TVRINews, Pekanbaru
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru berencana membangun Pangkalan Area Jangkauan Operasi (Aju) di Provinsi Riau. Pangkalan ini disiapkan untuk mendukung pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) secara langsung, terutama dalam mengantisipasi dan menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Rencana tersebut disampaikan Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Warjono, usai bertemu dengan Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Rabu, 23 September 2026, kemarin. Warjono mengatakan Pangkalan Aju nantinya akan menjadi titik operasi yang memungkinkan pelaksanaan OMC dilakukan secara langsung apabila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk mendukung penanganan karhutla di Riau.
“Pangkalan Aju ini nantinya akan menjadi stasiun yang dapat melakukan operasi modifikasi cuaca secara langsung ketika dibutuhkan. Ini penting untuk mempercepat dukungan OMC dalam penanganan karhutla di wilayah Riau,” kata Warjono, dikutip Jumat, 25 September 2026.
Menurut Warjono, metode OMC ke depan tidak hanya dilakukan melalui penaburan garam atau natrium klorida menggunakan pesawat. BMKG juga menyiapkan metode menggunakan flare yang ditembakkan ke awan potensial hujan.
“OMC tidak hanya menggunakan metode penaburan garam dengan pesawat. Kami juga menyiapkan metode flare yang ditembakkan ke awan potensial hujan, sehingga pelaksanaan OMC tidak selalu membutuhkan penerbangan,” ujarnya.
Di Pangkalan Aju nantinya akan dibangun sejumlah fasilitas pendukung, di antaranya gudang penyimpanan garam dan fasilitas untuk mendukung pelaksanaan OMC.
Pembangunan pangkalan tersebut dinilai penting mengingat Riau menjadi salah satu wilayah prioritas dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla, terutama pada wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Untuk mendukung pembangunan Pangkalan Aju, Pemerintah Provinsi Riau akan menyiapkan lahan di sekitar kawasan bandara. Lokasi tersebut dipilih untuk memudahkan mobilisasi dan pelaksanaan operasi.
Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menyatakan dukungannya terhadap rencana pembangunan Pangkalan Aju sebagai bagian dari penguatan upaya pencegahan dan penanganan karhutla di Riau.
“Kami mendukung rencana pembangunan Pangkalan Aju ini karena akan memperkuat upaya antisipasi dan penanganan karhutla. Dengan dukungan sarana dan operasi yang lebih dekat, penanganan di wilayah yang sulit dijangkau dapat dilakukan lebih optimal,” kata SF Hariyanto.
Keberadaan Pangkalan Aju diharapkan dapat mempercepat mobilisasi serta pelaksanaan OMC ketika kondisi cuaca memungkinkan dan dukungan modifikasi cuaca dibutuhkan untuk membantu penanganan karhutla di Riau.










