TVRINews, Pelalawan
Kabut asap tipis hingga tebal kembali menyelimuti hampir seluruh wilayah Kabupaten Pelalawan, Riau. Kondisi ini berdampak pada kualitas udara dan mulai mengganggu aktivitas masyarakat, terutama akibat menurunnya jarak pandang di sejumlah ruas jalan.
Berdasarkan pemantauan terkini, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Pelalawan berada pada kategori sedang. Kondisi tersebut membaik setelah sebelumnya kualitas udara sempat berada pada kategori tidak sehat.
Sementara itu, berdasarkan pemantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, saat ini hanya terpantau dua titik panas di wilayah tersebut. Dengan kondisi itu, kabut asap yang menyelimuti Pelalawan diduga kuat merupakan asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan di sejumlah provinsi lain di Pulau Sumatra.
Dampak kabut asap juga menjadi perhatian jajaran Polres Pelalawan. Petugas turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi dan mengatur aktivitas masyarakat serta arus lalu lintas yang terdampak menurunnya jarak pandang.
Wakapolsek Pangkalan Kerinci, AKP Siagian, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Petugas juga masih melakukan pemantauan terhadap perkembangan kualitas udara di wilayah Pelalawan.
“Pemerintah daerah bersama Polres Pelalawan terus mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. Jika terpaksa keluar, wajib menggunakan masker untuk mencegah gangguan pernapasan seperti ISPA, batuk, dan sesak napas,” ujar AKP Siagian, Rabu, 7 Oktober 2026.
Masyarakat juga diminta segera mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi kabut asap kembali memburuk, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan warga yang memiliki gangguan pernapasan.










