TVRINews, Indragiri Hilir
Kabut asap tebal masih menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, meskipun hasil pemantauan menunjukkan tidak ada titik panas (hotspot) yang terdeteksi di daerah tersebut.
Kondisi kabut asap diduga merupakan asap kiriman dari provinsi tetangga yang saat ini masih mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Selain mengganggu aktivitas masyarakat, kabut asap juga berdampak pada jarak pandang dan berpotensi mengganggu kesehatan.
Kapolres Inhil AKBP Donny Eko Listianto mengatakan, tim gabungan terus melakukan pemantauan secara daring selama 24 jam untuk mengetahui perkembangan kondisi kabut asap. Petugas juga membagikan masker kepada pengguna jalan dan masyarakat, termasuk di kawasan pelabuhan.
“Tim gabungan sudah melakukan langkah-langkah antisipasi berdasarkan pemantauan online selama 24 jam, termasuk membagikan masker kepada pengguna jalan dan masyarakat di area pelabuhan. Ini dilakukan untuk mengantisipasi dampak kabut asap yang diperkirakan merupakan kiriman dari wilayah yang sedang terjadi karhutla,” ujar Donny, Rabu, 7 Oktober 2026.
Menurut Donny, kondisi kabut asap di wilayah tersebut sempat berada pada angka 250 dengan kategori sangat tidak sehat. Kondisi ini juga berpengaruh terhadap jarak pandang yang hanya sekitar 500 meter.
Polres Inhil turut berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) untuk mengantisipasi dampak kabut asap terhadap keselamatan pelayaran.
“Jarak pandang saat ini hanya berkisar 500 meter dan kondisi tersebut sangat tidak aman. Karena itu, kami juga berkoordinasi dengan KSOP untuk memastikan keselamatan pelayaran,” kata Donny.
Kapolres juga mengingatkan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia, agar mengurangi aktivitas di luar ruangan. Jika harus beraktivitas di luar rumah, masyarakat diminta menggunakan masker untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat paparan asap.










