TVRINews, Pekanbaru
Pemerintah Provinsi Riau melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah rawan.
Operasi tersebut dijadwalkan mulai dilaksanakan dalam beberapa hari ke depan dengan memanfaatkan potensi awan untuk menghasilkan hujan buatan. Upaya ini dilakukan guna meningkatkan kelembapan lahan, terutama kawasan gambut yang mulai mengalami kekeringan akibat musim kemarau.
Kepala BPBD-PK Provinsi Riau, M. Edy Afrizal, mengatakan pelaksanaan OMC diperkirakan berlangsung dalam dua hingga tiga hari mendatang atau paling lambat satu pekan ke depan, tergantung kondisi cuaca dan ketersediaan awan yang memenuhi syarat untuk penyemaian.
"Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca sangat bergantung pada potensi awan yang bisa disemai. Harapannya, hujan yang turun dapat menjaga kelembapan lahan gambut sehingga risiko kebakaran hutan dan lahan dapat ditekan," ujar Edy.
Dalam setiap penerbangan, pesawat akan melakukan penyemaian awan menggunakan sekitar 800 kilogram hingga satu ton natrium klorida (NaCl) atau garam untuk membantu proses pembentukan hujan di wilayah sasaran.
Selain OMC, Pemerintah Provinsi Riau juga telah menyiagakan sejumlah armada udara, terdiri dari lima unit helikopter water bombing, satu unit helikopter patroli, serta satu unit pesawat Caravan yang dapat digunakan untuk pemantauan udara dan mendukung operasi modifikasi cuaca.
Sementara di tingkat darat, personel gabungan dari BPBD provinsi dan kabupaten/kota, TNI, Polri, Lanud, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) telah disiagakan untuk melakukan pencegahan dan penanganan apabila terjadi kebakaran.
BPBD-PK Riau memastikan kesiapan sarana dan personel saat ini masih mencukupi untuk menghadapi potensi karhutla. Namun, jika terjadi peningkatan titik api atau kondisi darurat, pemerintah daerah akan meminta dukungan tambahan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Langkah antisipasi ini dilakukan untuk menjaga wilayah Riau tetap aman dari ancaman karhutla sekaligus mencegah dampak asap yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat dan aktivitas ekonomi.









