TVRINews, Bengkalis
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Riau menanam sebanyak 1.300 bibit mangrove di kawasan pesisir Desa Sebauk, Kecamatan Bengkalis, sebagai upaya mencegah abrasi dan menjaga kelestarian lingkungan. Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui Program Selaras 2026 dengan melibatkan pemerintah desa, masyarakat, dan perusahaan.
Penanaman mangrove berlangsung di kawasan wisata ekosistem mangrove Desa Sebauk yang mengalami dampak abrasi. Berdasarkan data panitia, abrasi telah menggerus sekitar 24,55 kilometer garis pantai di wilayah tersebut sehingga diperlukan langkah mitigasi untuk mengurangi dampak kerusakan sekaligus memulihkan ekosistem pesisir.
Program penghijauan ini menjadi bentuk kolaborasi antara mahasiswa KKN Universitas Riau, Pemerintah Desa Sebauk, masyarakat, serta sektor swasta dalam mendukung rehabilitasi kawasan pesisir yang terdampak abrasi.
Bhabinkamtibmas Desa Sebauk, Aipda Rano, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN Universitas Riau tersebut. Menurutnya, penanaman mangrove sejalan dengan program Green Policing yang digagas Kapolda Riau dalam mendorong kepedulian terhadap lingkungan.
"Kegiatan penghijauan ini sangat positif karena mendukung upaya pelestarian lingkungan sekaligus sejalan dengan program Green Policing yang sedang dijalankan di Provinsi Riau," ujar Aipda Rano, Rabu, 29 Juli 2026.
Sementara itu, Penanggung Jawab Program Selaras 2026, Salomo R. C. Napitupulu, mengatakan jumlah bibit yang ditanam masih terbatas. Namun, ia berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan agar memberikan dampak nyata dalam mengurangi abrasi dan menjaga kelestarian kawasan pesisir.
Melalui kerja sama antara mahasiswa, pemerintah desa, masyarakat, dan sektor swasta, Program Selaras 2026 diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat konservasi pesisir serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan secara berkelanjutan.









