TVRINews, Pekanbaru
Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Riau untuk periode 16 hingga 22 September 2026 terpantau relatif stabil. Untuk kelompok umur tanaman sembilan tahun, harga TBS ditetapkan sebesar Rp3.976,56 per kilogram.
Penetapan harga dilakukan Dinas Perkebunan Riau bersama Tim Penetapan Harga TBS berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13 Tahun 2024.
Kepala Dinas Perkebunan Riau, Supriadi, mengatakan meski terdapat perubahan pada komponen harga minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) dan kernel, harga TBS untuk periode satu pekan tetap berada pada kisaran yang relatif stabil.
"Untuk periode 16 hingga 22 September 2026, harga TBS kelapa sawit kelompok umur sembilan tahun ditetapkan sebesar Rp3.976,56 per kilogram. Meskipun terdapat perubahan pada komponen CPO dan kernel, harga TBS masih berada pada kisaran tersebut untuk periode satu pekan," ujar Supriadi, dikutip Jumat, 18 September 2026.
Dalam penetapan kali ini, indeks K yang digunakan mencapai 93,51 persen, dengan harga cangkang sebesar Rp17,98 per kilogram. Sementara itu, harga rata-rata CPO KPBN tercatat Rp15.804 per kilogram, sedangkan harga kernel mencapai Rp13.960 per kilogram.
Perhitungan harga TBS dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk terhadap pabrik kelapa sawit (PKS) yang tidak melakukan penjualan.
Supriadi menegaskan, Dinas Perkebunan Riau bersama Tim Penetapan Harga terus melakukan pembenahan tata kelola agar mekanisme penetapan harga TBS berjalan sesuai regulasi dan memberikan perlakuan yang adil bagi pekebun maupun perusahaan mitra.
"Kami terus melakukan perbaikan tata kelola agar penetapan harga TBS berjalan sesuai regulasi dan memberikan keadilan bagi pekebun serta perusahaan mitra. Upaya pembenahan ini diharapkan dapat memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan petani dan mendorong kesejahteraan masyarakat," katanya.
Pembenahan tata kelola tersebut mendapat dukungan Pemerintah Provinsi Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat transparansi serta kepastian dalam mekanisme penetapan harga TBS di Riau.
Dengan harga yang relatif stabil pada periode tersebut, pekebun kelapa sawit di Riau diharapkan memperoleh kepastian harga sesuai mekanisme dan regulasi yang telah ditetapkan.










