TVRINews, Pekanbaru
Program Jembatan Garuda yang dibangun Kodam XIX/Tuanku Tambusai membuka akses bagi 155 desa dan kelurahan di Riau yang sebelumnya mengalami keterisolasian. Infrastruktur tersebut kini memberikan manfaat bagi sekitar 119.592 masyarakat di berbagai wilayah.
Keberadaan jembatan turut mendorong peningkatan mobilitas masyarakat, sekaligus membuka akses terhadap berbagai kegiatan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan aktivitas sosial lainnya.
Secara nasional, program Jembatan Garuda telah membangun sekitar 2.500 titik di berbagai wilayah Indonesia. Infrastruktur tersebut menghubungkan sekitar 7.371 desa dan kelurahan di Tanah Air.
Khusus di wilayah Kodam XIX/Tuanku Tambusai, hingga kini telah terbangun sekitar 55 titik jembatan dari target 118 jembatan. Sementara 63 titik lainnya masih dalam pengerjaan dengan progres rata-rata telah mencapai lebih dari 50 persen.
Jembatan yang dibangun disesuaikan dengan kondisi medan dan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah. Jenis konstruksinya mulai dari jembatan perintis tipe Armco hingga jembatan beton.
Secara akumulatif, pembangunan Jembatan Garuda Kodam XIX/Tuanku Tambusai telah mempermudah akses masyarakat menuju 138 sekolah, 53 fasilitas kesehatan, dan 33 fasilitas ekonomi, termasuk pasar rakyat.
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, mengatakan pembangunan Jembatan Garuda bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga membuka konektivitas bagi masyarakat.
"Pembangunan Jembatan Garuda bukan sekadar menghadirkan fisik beton atau baja di atas sungai, namun tentang bagaimana membuka konektivitas bagi akses masyarakat," kata Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, Kamis. 27 Agustus 2026.
Menurutnya, keberadaan jembatan dapat memangkas jarak masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas, mulai dari menuju tempat kerja, mengantar anak ke sekolah, mengangkut hasil pertanian hingga mengakses layanan kesehatan dasar.
"Infrastruktur ini juga menghadirkan peluang baru, menggerakkan ekonomi lokal, dan menciptakan kehidupan yang jauh lebih sejahtera," ujarnya.
Salah satu Jembatan Garuda dibangun di Desa Pematang Ibul, Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir. Jembatan perintis tersebut memiliki panjang 70 meter dengan lebar 1,2 meter.
Jembatan ini menghubungkan dua desa sekaligus membuka akses menuju empat sekolah dan dua fasilitas ekonomi. Keberadaannya memberikan manfaat terhadap mobilitas sekitar 6.000 warga sebagai penerima manfaat.
Dalam kunjungannya ke lokasi tersebut, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai juga menyerahkan bantuan sosial kepada masyarakat sebagai bentuk perhatian terhadap peningkatan kesejahteraan warga.
Pembangunan infrastruktur melalui Program Jembatan Garuda diharapkan terus memperluas konektivitas antardaerah, terutama wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan akses masyarakat terhadap layanan dasar.










