TVRINews, Tembilahan
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Tembilahan membagikan 80 life jacket serta bantuan sembako kepada para penambang pompong dan pengelola armada speedboat di Pelabuhan Penumpang Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir.
Kegiatan tersebut digelar sebagai aksi sosial sekaligus memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas). Selain membantu para pelaku transportasi perairan, kegiatan ini menjadi momentum untuk kembali mengingatkan pentingnya keselamatan dalam aktivitas pelayaran.
Kepala KSOP Kelas IV Tembilahan Feriland Saragih mengatakan pembagian perlengkapan keselamatan tersebut dilakukan sebagai bentuk empati sekaligus upaya menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan bertransportasi di perairan.
Menurut Feriland, kondisi perairan Indonesia saat ini masih dalam suasana duka menyusul sejumlah insiden kecelakaan kapal yang proses pencarian korbannya masih berlangsung. Kondisi tersebut menjadi pengingat bagi seluruh insan pelayaran untuk meningkatkan kewaspadaan.
"Di tengah suasana duka akibat beberapa kecelakaan kapal yang saat ini masih dalam proses pencarian korban, kita mengingatkan seluruh insan pelayaran untuk selalu mengutamakan keselamatan dan meningkatkan kewaspadaan," ujar Feriland Saragih, Kamis, 17 September 2026.
Ia juga mengingatkan para operator dan pengguna transportasi perairan untuk memperhatikan kondisi cuaca, termasuk potensi gangguan jarak pandang akibat kabut.
"Jika kondisi cuaca tidak memungkinkan, kegiatan pelayaran sebaiknya ditunda. Keselamatan harus menjadi prioritas sebelum memutuskan untuk berlayar," katanya.
KSOP Tembilahan juga berkoordinasi dengan Pelindo terkait aspek pemanduan kapal. Apabila kondisi alam dinilai tidak memungkinkan untuk pelayaran, penundaan kegiatan akan dilakukan sebagai langkah pencegahan.
KSOP juga akan menerbitkan Notice to Mariners apabila jarak pandang di perairan sudah berada pada kondisi yang dinilai tidak aman bagi aktivitas pelayaran.
Pembagian life jacket dan bantuan sembako diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan sosial, tetapi juga memperkuat budaya keselamatan bagi masyarakat yang sehari-hari bergantung pada transportasi perairan.










