TVRINews, Dumai
Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Dumai memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung proses reintegrasi sosial klien pemasyarakatan. Upaya tersebut dilakukan melalui Forum Group Discussion (FGD) Kelompok Layanan Bimbingan Integrasi bertajuk “Jembatan Harapan, Bersinergi Menguatkan Integrasi Sosial.”
Kegiatan ini menjadi langkah strategis Bapas Dumai untuk menyamakan pemahaman sekaligus memperkuat kesiapan para pemangku kepentingan dalam mendukung proses bimbingan dan integrasi klien pemasyarakatan.
Forum tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI-Polri, Pemerintah Kota Dumai, akademisi, hingga sejumlah pihak terkait. FGD dibuka secara resmi oleh Kakanwil Ditjenpas Riau, Rudi Fernando Sianturi.
Kabid Pembimbing Kemasyarakatan Kanwil Ditjenpas Riau, Yusuf Gunawan, mengatakan reintegrasi sosial tidak hanya menjadi tanggung jawab Bapas, tetapi membutuhkan dukungan dari berbagai pihak agar klien pemasyarakatan dapat kembali dan diterima di tengah masyarakat.
“Reintegrasi bukan sekadar mengembalikan klien ke masyarakat, tetapi juga bagaimana kita membangun kesiapan masyarakat untuk menerima dan mendukung proses perubahan yang dijalani klien pemasyarakatan,” ujar Yusuf Gunawan, Selasa, 15 September 2026.
Menurut Yusuf, kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam memastikan proses pembimbingan dan reintegrasi dapat berjalan secara optimal. Dukungan dari pemerintah, aparat penegak hukum, akademisi, serta masyarakat dinilai dapat memperkuat keberhasilan proses tersebut.
“Kolaborasi menjadi jembatan untuk mewujudkan reintegrasi sosial yang lebih kuat. Karena itu, setiap pihak perlu memahami peran dan bentuk dukungannya dalam proses pembimbingan klien pemasyarakatan,” katanya.
Dalam FGD tersebut, sejumlah narasumber dari Kanwil Ditjenpas Riau, kepolisian, kejaksaan, dan akademisi turut memaparkan materi yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi serta sesi tanya jawab.
Forum ini juga menjadi wadah untuk mengidentifikasi bentuk dukungan dari masing-masing pihak dalam memperkuat reintegrasi sosial klien pemasyarakatan.
Dengan sinergi lintas sektor, Bapas Dumai berharap proses reintegrasi tidak hanya berorientasi pada kembalinya klien ke lingkungan masyarakat, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan yang mendukung perubahan dan keberlanjutan kehidupan sosial klien pemasyarakatan.










