TVRINews, Indragiri Hilir
Kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Indragiri Hilir terus diproses secara hukum. Hingga saat ini, Polres Indragiri Hilir telah menangani 10 laporan dengan 10 tersangka yang tersebar di sejumlah wilayah hukum.
Kapolres Inhil AKBP Donny Eko Listianto mengatakan, kasus karhutla tersebut ditemukan di Kecamatan Kateman, Concong, Pulau Burung, Tembilahan Hulu, Kempas, Keritang, Kemuning, dan Gaung. Luas lahan yang terbakar dalam perkara tersebut bervariasi, mulai dari sekitar setengah hektare hingga mencapai 50 hektare.
“Dari hasil proses penyidikan, kami telah mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kasus karhutla. Penanganan perkara juga terus berjalan, bahkan beberapa di antaranya sudah memasuki tahap dua atau pelimpahan tersangka dan barang bukti kepada kejaksaan,” ujar Donny Eko Listianto, Selasa, 15 September 2026.
Barang bukti yang diamankan polisi antara lain korek api, parang, kapak, potongan kayu terbakar, chainsaw, alat semprot, hingga satu unit ekskavator.
Dari hasil penyidikan, polisi menemukan sejumlah modus yang digunakan dalam kasus tersebut. Di antaranya membuka lahan dengan cara dibakar, membakar tumpukan pelepah kelapa dan kayu kering, serta menggunakan alat berat untuk membuka lahan di kawasan hutan.
Para tersangka dijerat dengan ketentuan dalam Undang-Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta Undang-Undang Kehutanan.
Donny menegaskan, Polres Inhil akan mengambil tindakan tegas terhadap setiap aktivitas pembakaran maupun pembukaan lahan dengan cara dibakar yang berpotensi merusak lingkungan dan merugikan masyarakat.
“Kami akan menindak tegas setiap aktivitas pembakaran maupun pembukaan lahan dengan cara dibakar. Penegakan hukum dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya.
Selain penegakan hukum, Polres Inhil bersama TNI, pemerintah daerah, BPBD, Masyarakat Peduli Api, serta perusahaan juga terus melakukan upaya pencegahan dan penanganan karhutla.
Patroli gabungan dan verifikasi titik panas dilakukan di sejumlah wilayah rawan. Tim juga turun langsung untuk melakukan pemadaman dan pendinginan guna mencegah api kembali muncul dan meluas.










