TVRINews, Pekanbaru
Pemerintah Provinsi Riau terus mengantisipasi dampak kabut asap dengan menyiapkan posko kesehatan dan rumah oksigen bagi masyarakat. Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, meninjau langsung fasilitas yang disediakan Dinas Kesehatan Provinsi Riau pada Senin, 19 Oktober 2026, untuk memastikan kesiapan pelayanan bagi masyarakat.
Dalam peninjauan tersebut, Syahrial didampingi Kepala Dinas Kesehatan Riau Zulkifli, Kepala Pelaksana BPBD-PK Riau, serta Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Riau. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan standar operasional prosedur (SOP) pelayanan dan sosialisasi kepada masyarakat berjalan dengan baik.
Syahrial Abdi mengatakan, keberadaan posko kesehatan dan rumah oksigen merupakan langkah pemerintah daerah dalam mengantisipasi dampak kabut asap, terutama bagi masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat kondisi udara.
“Kami ingin memastikan posko kesehatan dan rumah oksigen ini siap memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, prosedur pelayanan harus berjalan dengan baik dan masyarakat juga perlu mengetahui fasilitas yang tersedia,” ujar Syahrial, dikutip Selasa, 20 Oktober 2026.
Upaya tersebut dilakukan menyusul jumlah kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Riau yang dilaporkan telah mencapai sekitar 35 ribu kasus. Khusus di Kota Pekanbaru, terdapat enam titik posko kesehatan, salah satunya di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Riau yang dilengkapi rumah oksigen. Posko kesehatan juga tersedia di Kabupaten Indragiri Hulu dan Kampar.
Syahrial mengimbau masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan fasilitas kesehatan yang telah disediakan apabila mengalami keluhan selama kabut asap. Menurutnya, akses terhadap pelayanan kesehatan perlu dipastikan agar warga yang membutuhkan dapat memperoleh penanganan sesuai kondisi kesehatannya.
Berdasarkan hasil peninjauan pada Senin tersebut, belum ada masyarakat yang membutuhkan penanganan di ruang oksigen maupun pasien yang harus dirujuk ke rumah sakit.
Selain meninjau posko kesehatan dan rumah oksigen, Syahrial juga memastikan digitalisasi informasi layanan kesehatan di seluruh rumah sakit di Riau berjalan optimal.
“Informasi layanan kesehatan harus mudah diakses masyarakat, termasuk informasi mengenai ketersediaan layanan di rumah sakit. Dengan begitu, masyarakat dapat mengetahui fasilitas yang tersedia saat membutuhkan pelayanan kesehatan,” kata Syahrial.
Pemerintah Provinsi Riau berharap kesiapan posko kesehatan, rumah oksigen, serta digitalisasi informasi layanan dapat membantu masyarakat menghadapi dampak kabut asap dan mempermudah akses terhadap pelayanan kesehatan.










