TVRINews, Pekanbaru
Sebanyak 16 sekolah tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Pekanbaru mendapatkan bantuan revitalisasi bangunan sekolah dari pemerintah pusat dengan total anggaran lebih dari Rp17 miliar pada 2026.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari program pemerintah pusat yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan ditujukan untuk mendukung peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di Pekanbaru.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal, mengatakan anggaran revitalisasi disalurkan langsung oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ke rekening masing-masing sekolah penerima.
"Bantuan revitalisasi ini merupakan program pemerintah pusat yang bersumber dari APBN. Anggarannya langsung disalurkan oleh Kemendikdasmen ke rekening masing-masing sekolah penerima," kata Abdul Jamal.
Pengelolaan anggaran dilakukan oleh pihak sekolah bersama masyarakat, sementara Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru bertugas melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program revitalisasi.
Menurut Abdul Jamal, penggunaan anggaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sekolah.
"Dana revitalisasi dapat digunakan sesuai kebutuhan sekolah. Selain untuk memperbaiki bangunan yang rusak, anggaran juga dapat dimanfaatkan untuk membangun ruang kelas baru apabila sekolah mengalami kekurangan ruang belajar," jelasnya.
Sekolah penerima bantuan ditentukan berdasarkan data yang tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Data tersebut menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan revitalisasi sarana dan prasarana sekolah.
Karena itu, Abdul Jamal mengingatkan seluruh sekolah agar rutin memperbarui data Dapodik, terutama data peserta didik, guru, serta kondisi sarana dan prasarana.
"Kami mengingatkan seluruh sekolah agar rutin memperbarui data Dapodik, terutama terkait data peserta didik, guru, serta sarana dan prasarana sekolah," ujarnya.
Pemanfaatan bantuan revitalisasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan belajar sekaligus mendukung proses pembelajaran bagi siswa di 16 sekolah penerima di Kota Pekanbaru.









