TVRINews, Pekanbaru
Perwira Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Sesko AD) bersama para pendamping melakukan kunjungan ke Provinsi Riau. Salah satu agenda kunjungan yakni menggelar audiensi dengan Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru untuk membahas penguatan sinergi dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kunjungan tim Sesko AD tersebut disambut Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru, Budi Cahyadi, bersama jajaran.
Dalam pertemuan tersebut, Dosen Sesko AD Kolonel Inf Hari Susanto mengapresiasi kinerja tim SAR Pekanbaru yang terus siaga dalam menjalankan berbagai misi kemanusiaan, termasuk dalam penanganan karhutla di wilayah Riau.
"Kami mengapresiasi kinerja tim SAR Pekanbaru yang terus siaga dalam menjalankan misi kemanusiaan, termasuk dalam penanganan karhutla," ujar Kolonel Hari, dikutip Selasa, 1 September 2026.
Selain membahas penanganan karhutla, pertemuan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan kolaborasi antara unsur TNI dan tim pencarian serta pertolongan dalam menghadapi berbagai kondisi darurat di wilayah Riau.
Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru, Budi Cahyadi, mengatakan keterbatasan jumlah personel tidak menjadi alasan untuk mengurangi kesiapsiagaan dalam menjalankan tugas.
"Meski memiliki keterbatasan personel, kami tetap memaksimalkan kinerja personel yang ada. Tugas Basarnas tidak hanya berfokus pada penanganan karhutla, tetapi juga melaksanakan misi pencarian dan pertolongan bagi masyarakat di seluruh wilayah Riau," jelas Budi Cahyadi.
Berdasarkan catatan Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru, sepanjang Januari hingga Agustus 2026, tercatat sebanyak 41 operasi pencarian dan pertolongan telah dilakukan.
Usai audiensi dan diskusi, rombongan kemudian melanjutkan kegiatan dengan meninjau sarana dan prasarana serta berbagai peralatan yang dimiliki tim SAR Pekanbaru.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan fasilitas dan peralatan yang digunakan dalam mendukung pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan, termasuk dalam menghadapi kondisi darurat seperti karhutla.









