TVRINews - Indragiri Hilir
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Dinas Kesehatan Indragiri Hilir mencatat 792 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) selama periode 28 Agustus hingga 21 September 2026.
Kondisi kabut asap juga menyebabkan kualitas udara di sejumlah wilayah berada dalam kategori tidak sehat. Di beberapa kecamatan yang masih terdampak karhutla, kegiatan pembelajaran bahkan masih diliburkan akibat kondisi udara yang kurang baik.
Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Kesehatan Indragiri Hilir bersama sejumlah puskesmas di Tembilahan dan sekitarnya meningkatkan layanan kesehatan dengan mendirikan posko kesehatan. Petugas juga melakukan penyuluhan kepada kelompok masyarakat yang memiliki risiko lebih tinggi terhadap dampak kabut asap, seperti anak-anak, lanjut usia, dan ibu hamil.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Inhil Haili mengatakan, pihaknya telah membagikan hampir 19 ribu masker kepada masyarakat. Selain itu, Dinkes Inhil juga menerima tambahan pasokan masker dalam jumlah puluhan ribu dari Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi Riau.
"Kami telah membagikan hampir 19 ribu masker kepada masyarakat. Kami juga mendapatkan tambahan pasokan masker dari Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi Riau untuk membantu masyarakat menghadapi kondisi kabut asap," ujar Haili kutip Rabu, 23 September 2026
Distribusi masker tidak hanya dilakukan di ruang publik dan jalan raya, tetapi juga menyasar sektor pendidikan. Salah satunya di SMP Negeri 1 Tembilahan yang sebelumnya sempat menerapkan pembelajaran daring akibat kondisi kabut asap yang pekat.
Plt Kepala SMP Negeri 1 Tembilahan, Darmawati, menyambut baik langkah Dinas Kesehatan dalam membantu melindungi kesehatan para siswa. Menurutnya, bantuan masker sangat dibutuhkan untuk mengurangi risiko paparan asap terhadap pelajar.
"Kami sangat mengapresiasi bantuan masker dari Dinas Kesehatan. Bantuan ini sangat penting untuk menjaga kesehatan siswa di tengah kondisi udara yang kurang baik akibat kabut asap," kata Darmawati.
Selain pembagian masker, petugas kesehatan terus melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai langkah pencegahan dampak kabut asap. Masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan, diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan selama kualitas udara belum membaik.
Dinas Kesehatan Indragiri Hilir juga mengingatkan masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, atau gangguan kesehatan lainnya yang diduga berkaitan dengan paparan kabut asap.
Upaya tersebut dilakukan untuk menekan dampak kesehatan akibat karhutla sekaligus memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses pelayanan kesehatan selama kondisi kabut asap masih terjadi.










