TVRINews, Pekanbaru
Kabut asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru dalam beberapa pekan terakhir berdampak terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat. Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Pekanbaru dilaporkan mengalami peningkatan hingga mencapai 500 pasien dalam sehari.
Meski saat ini titik panas di wilayah Kota Pekanbaru telah nihil dan kondisi kabut asap mulai menurun, masyarakat tetap diminta waspada. Pasalnya, asap kiriman dari sejumlah daerah di luar Pekanbaru masih berpotensi masuk ke wilayah kota, mengingat masih terdapat titik api di sejumlah daerah.
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengimbau masyarakat tetap mengantisipasi dampak kabut asap, terutama terhadap kesehatan. Masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara kembali dipenuhi asap serta menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
“Kabut asap kiriman dari sejumlah wilayah di luar Pekanbaru masih harus kita waspadai, khususnya terhadap kesehatan. Masyarakat sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kabut asap muncul dan selalu menggunakan masker ketika berada di luar,” ujar Markarius Anwar.
Markarius menambahkan, peningkatan kasus ISPA juga menjadi perhatian Pemerintah Kota Pekanbaru. Berdasarkan pemantauan Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, jumlah pasien ISPA yang sebelumnya berada di kisaran 150 pasien per hari meningkat menjadi sekitar 300 pasien per hari selama kabut asap.
Dalam kondisi tertentu, jumlah pasien bahkan dilaporkan dapat menembus 500 pasien dalam sehari.
“Berdasarkan pantauan dari Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, kasus ISPA mengalami peningkatan. Yang biasanya sekitar 150 pasien per hari, saat kabut asap meningkat menjadi sekitar 300 pasien, bahkan dalam kondisi tertentu bisa mencapai 500 pasien dalam sehari,” katanya.
Sementara itu, upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terus dilakukan oleh tim gabungan di berbagai wilayah, baik di Provinsi Riau maupun daerah di luar Riau.
Pemerintah mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada karena kondisi cuaca dan arah angin dapat membawa asap dari daerah yang masih mengalami karhutla ke Kota Pekanbaru.
Masyarakat juga diminta membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk serta menggunakan masker sebagai langkah perlindungan dari paparan asap.










