TVRINews, Pekanbaru
Pemerintah Provinsi Riau terus melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan inflasi, salah satunya dengan menjaga stabilitas harga bahan pangan melalui program Gerakan Pangan Murah atau GPM.
Program tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah dalam menekan harga komoditas pangan sekaligus menjaga daya beli masyarakat. Upaya ini dinilai penting mengingat inflasi tahunan Riau saat ini berada di level 3,82 persen.
Melalui GPM, Pemerintah Provinsi Riau bekerja sama dengan Perum Bulog dan distributor lokal untuk menyediakan sejumlah kebutuhan pangan dengan harga di bawah harga eceran umum.
Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Zulkifli Syukur, mengatakan pemerintah tidak boleh lengah dalam memantau pergerakan harga bahan pangan, terutama komoditas strategis yang berpengaruh terhadap inflasi.
“Pemerintah tidak boleh lengah dalam mengawasi pergerakan harga bahan pangan. Melalui Gerakan Pangan Murah, Pemerintah Provinsi Riau bekerja sama dengan Perum Bulog dan distributor lokal untuk menyediakan bahan pangan dengan harga di bawah harga eceran umum,” ujar Zulkifli Syukur kutip Jumat, 4 September 2026
Menurutnya, keterjangkauan harga pangan perlu terus dijaga agar masyarakat tetap mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa terbebani kenaikan harga.
Pemerintah Provinsi Riau berharap pelaksanaan GPM dapat membantu menjaga daya beli masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga pangan dan menekan laju inflasi di daerah.
“Kami berharap Gerakan Pangan Murah dapat menjaga keterjangkauan harga pangan sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga dan tekanan inflasi dapat dikendalikan. Dengan demikian, kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi dengan harga yang terjangkau,” katanya.
Selain membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga lebih murah, GPM juga menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga komoditas pangan strategis di Riau.










