TVRINews, Kampar
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau Resort Kampar bersama tim gabungan melakukan pengecekan lapangan setelah menerima laporan penemuan jejak yang dipastikan merupakan jejak Harimau Sumatera di dekat perkebunan warga, Jalan Lingkar Bangkinang, Kelurahan Bangkinang, Kecamatan Bangkinang, Kabupaten Kampar.
Penemuan jejak tersebut sempat menghebohkan warga sekitar dan ramai diperbincangkan di media sosial. Menindaklanjuti laporan itu, BKSDA Riau Resort Kampar langsung berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk melakukan pemeriksaan di lokasi.
Pengecekan melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kampar, Lurah Bangkinang, Babinsa, Bhabinkamtibmas, petugas pemadam kebakaran, perwakilan Universitas Pahlawan, serta warga pemilik kebun karet.
Salah seorang warga, Muhammad Yusuf, mengatakan jejak tersebut pertama kali ditemukan pada Sabtu siang saat dirinya selesai melakukan aktivitas menderes karet.
"Saat selesai menderes karet, saya menemukan jejak yang diduga merupakan jejak Harimau Sumatera. Temuan itu kemudian saya laporkan kepada salah seorang dosen Universitas Pahlawan yang lokasinya bersebelahan dengan Kebun Raya Universitas Pahlawan," ujar Muhammad Yusuf, dikutip Rabu, 4 November 2026.
Laporan tersebut selanjutnya diteruskan kepada Kepala BKSDA Riau Resort Kampar, Muhammad Hendri.
Muhammad Hendri mengatakan, setelah menerima laporan melalui sambungan telepon seluler, pihaknya langsung melakukan pengecekan awal untuk memastikan jenis satwa berdasarkan jejak yang ditemukan.
Pemeriksaan kemudian dilanjutkan bersama tim gabungan. Dari hasil pengamatan, tim memperoleh data ukuran tapak kaki yang diperkirakan selebar telapak tangan orang dewasa. Tim juga melakukan penelusuran untuk memastikan arah pergerakan satwa tersebut.
"Setelah dilakukan pengecekan bersama tim gabungan, kami memastikan jejak tersebut merupakan jejak Harimau Sumatera. Selanjutnya, kami melakukan penelusuran untuk mengetahui arah pergerakan satwa," jelas Muhammad Hendri.
Sebagai langkah pemantauan lanjutan, BKSDA Riau Resort Kampar bersama Pemerintah Kabupaten Kampar berencana memasang kamera jebak atau camera trap di sekitar lokasi penemuan jejak.
Pemasangan kamera tersebut bertujuan untuk memantau keberadaan dan pergerakan Harimau Sumatera, sehingga petugas dapat menentukan langkah penanganan selanjutnya.
BKSDA Riau Resort Kampar juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi aktivitas di sekitar lokasi pada waktu-waktu yang menjadi periode aktivitas harimau, yakni pukul 17.00 WIB hingga 05.00 WIB.
Warga juga diminta tidak pergi ke kebun seorang diri serta segera melaporkan kepada pihak kelurahan apabila melihat atau menemukan tanda-tanda keberadaan Harimau Sumatera di sekitar permukiman maupun perkebunan.
Langkah antisipasi ini diharapkan dapat mencegah terjadinya konflik antara manusia dan satwa liar yang dilindungi tersebut.









