TVRINews, Pekanbaru
Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau sepanjang 2026 telah mencapai 18.582 hektare. Meski luas lahan yang terbakar cukup besar, kondisi terkini mulai membaik karena titik kebakaran aktif kini hanya tersisa di tiga daerah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD) Riau mencatat, karhutla sejak Januari hingga saat ini telah mencapai 18.582 hektare.
Kepala BPBD Riau M Edy Afrizal mengatakan, sepanjang 2026 terdapat 12.677 titik panas dan 618 titik api yang terdeteksi di wilayah Riau.
“Sepanjang 2026, tercatat 12.677 titik panas dan 618 titik api yang terdeteksi di Riau. Sementara luas karhutla mencapai 18.582 hektare,” ujar M Edy Afrizal kutip Jumat, 4 September 2026
Kabupaten Bengkalis menjadi wilayah dengan luas karhutla terbesar, yakni mencapai 8.454,40 hektare. Selanjutnya Kabupaten Pelalawan dengan luas lahan terbakar sekitar 6.640 hektare, disusul Indragiri Hilir sekitar 1.034 hektare.
Karhutla juga terjadi di sejumlah wilayah lainnya, di antaranya Indragiri Hulu, Dumai, Rokan Hilir, Siak, Kepulauan Meranti, Kampar, Pekanbaru, Kuantan Singingi, dan Rokan Hulu.
Meski demikian, saat ini titik kebakaran aktif hanya tersisa di tiga daerah, yakni Bengkalis, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir. BPBD Riau menyebut kebakaran di ketiga wilayah tersebut relatif tidak terlalu besar dan masih terus dilakukan pemadaman.
“Untuk saat ini, titik kebakaran aktif masih terdapat di Bengkalis, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir. Namun skalanya tidak terlalu besar dan masih terus kami lakukan pemadaman,” katanya.
Selain pemadaman, proses pendinginan juga terus dilakukan, terutama pada lahan gambut. Langkah tersebut penting untuk memastikan tidak ada bara api yang masih tersisa di dalam tanah yang dapat kembali memicu kebakaran.
“Pendinginan tetap dilakukan, terutama di lahan gambut. Ini untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa sehingga tidak kembali memicu kebakaran,” ujar Edy.
BPBD Riau menegaskan kewaspadaan tetap diperlukan meski kondisi karhutla mulai membaik. Operasi modifikasi cuaca juga masih dilakukan setiap hari sebagai salah satu upaya mencegah dan mengendalikan karhutla di wilayah Riau.










