TVRINews, Duri
Harga cabai di sejumlah pasar tradisional Kota Duri mengalami kenaikan hingga mencapai Rp90 ribu per kilogram. Lonjakan harga ini dikeluhkan pedagang maupun pembeli, menyusul terbatasnya pasokan dari daerah penghasil akibat kondisi cuaca yang tidak menentu.
Terbatasnya pasokan dari daerah pemasok menjadi salah satu faktor yang memicu kenaikan harga komoditas cabai di pasaran.
Salah seorang pedagang sembako di Kota Duri, Muniir, menjelaskan bahwa ketersediaan cabai di tingkat pedagang sangat bergantung pada kelancaran pasokan dari agen. Sebagian besar pasokan tersebut berasal dari luar Provinsi Riau, seperti Sumatera Barat dan Sumatera Utara.
“Pasokan cabai sangat bergantung pada pengiriman dari agen. Saat ini kondisi cuaca ekstrem di sejumlah daerah penghasil memengaruhi hasil panen petani dan berdampak pada kelancaran distribusi cabai ke Kota Duri,” jelas Muniir, Jumat, 30 Oktober 2026.
Menurutnya, perubahan jumlah pasokan dari agen turut memengaruhi harga jual di pasar. Ketika pasokan berkurang, harga cabai mengalami kenaikan hingga menyentuh Rp90 ribu per kilogram.
Kondisi tersebut tidak hanya dirasakan pedagang, tetapi juga berdampak pada pembeli yang harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Para pedagang berharap pasokan cabai dari daerah penghasil kembali lancar sehingga harga dapat berangsur turun dan daya beli masyarakat tetap terjaga.










