TVRINews, Pekanbaru
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau masih melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tujuh titik yang tersebar di sejumlah kabupaten. Kabupaten Bengkalis menjadi wilayah dengan luasan lahan terbakar terbesar, mencapai sekitar 80 hektare.
Proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, terutama angin kencang yang menyebabkan arah dan pergerakan api cepat berubah. Selain itu, keterbatasan sumber air menjadi tantangan karena sejumlah wilayah di Riau sudah cukup lama tidak diguyur hujan.
Kepala Pelaksana BPBD Riau M. Edy Afrizal mengatakan kondisi angin dan keterbatasan sumber air membuat petugas harus bekerja lebih maksimal untuk mengendalikan api.
"Kendala kita saat ini angin cukup kencang sehingga pergerakan api cepat berubah. Kemudian sumber air juga terbatas karena sudah lama tidak turun hujan," ujar M. Edy Afrizal, Selasa, 11 Agustus 2026.
Selain Bengkalis, kebakaran juga terjadi di Kabupaten Pelalawan dan sejumlah wilayah lainnya. BPBD Riau terus melakukan pemantauan serta mengerahkan personel untuk memastikan api tidak meluas.
Berdasarkan data BPBD Riau, sepanjang 2026 luas lahan yang terbakar di Provinsi Riau telah mencapai sekitar 15.600 hektare.
Untuk memperkuat penanganan karhutla, pemerintah mengerahkan lima helikopter pengebom air (water bombing) ke sejumlah lokasi kebakaran. Upaya tersebut didukung satu helikopter patroli yang digunakan untuk melakukan pemantauan dari udara.
"Kita terus memperkuat pemadaman dari udara dengan lima helikopter water bombing dan satu helikopter patroli untuk membantu pemantauan titik-titik kebakaran," kata Edy.
Selain pemadaman melalui jalur darat dan udara, pemerintah juga masih menjalankan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah yang memiliki potensi awan.
Hingga saat ini, sekitar 11 ton garam telah disemai dalam pelaksanaan operasi modifikasi cuaca. Pemantauan terhadap pertumbuhan awan potensial juga terus dilakukan untuk menentukan lokasi penyemaian berikutnya.
Pemerintah Provinsi Riau bersama seluruh unsur terkait mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas pembukaan maupun pembersihan lahan dengan cara membakar.
Langkah pencegahan dinilai penting untuk mengantisipasi meluasnya karhutla di tengah kondisi cuaca yang kering dan berangin.








