TVRINews, Indragiri Hulu
Jembatan Perintis Garuda ketiga di Desa Sanglap, Kecamatan Batang Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, kini mulai dimanfaatkan masyarakat. Jembatan tersebut menjadi akses penting bagi warga di wilayah terpencil yang sebelumnya mengandalkan penyeberangan sungai untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Jembatan tersebut diresmikan Dandim 0302/INHU Letkol Arh. Bangun Bara Kurniawan Prabowo. Sebelumnya, Jembatan Perintis Garuda di sejumlah wilayah diresmikan secara serentak oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Pembangunan jembatan merupakan bagian dari program infrastruktur TNI untuk membuka akses masyarakat, khususnya di daerah terpencil. Kehadiran jembatan diharapkan memperlancar mobilitas warga sekaligus mendukung akses pendidikan dan kegiatan ekonomi.
Dandim 0302/INHU Letkol Arh. Bangun Bara Kurniawan Prabowo mengatakan, keberadaan jembatan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama anak-anak sekolah yang sebelumnya harus menyeberangi sungai untuk menuju tempat belajar.
“Pembangunan jembatan ini menjadi bagian dari program infrastruktur TNI untuk membuka akses masyarakat, terutama di wilayah terpencil. Keberadaan jembatan ini sangat membantu aktivitas warga, khususnya anak-anak sekolah yang sebelumnya harus menyeberangi sungai dengan membuka sepatu,”kata Bangun.
Di Kabupaten Indragiri Hulu, terdapat delapan jembatan yang dibangun melalui program tersebut. Jumlah itu terdiri atas lima Jembatan Perintis Garuda dan tiga jembatan beton.
Jembatan di Desa Sanglap menjadi salah satu Jembatan Perintis Garuda yang telah selesai dibangun dan kini dapat digunakan masyarakat untuk mendukung berbagai aktivitas sehari-hari.
Wakil Bupati Indragiri Hulu Hendrizal mengatakan, pembangunan Jembatan Perintis Garuda menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah terpencil.
“Pembangunan Jembatan Perintis Garuda ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat. Jembatan ini memberikan kemudahan akses bagi warga dan menjadi solusi bagi anak-anak sekolah yang selama ini harus menyeberangi sungai untuk beraktivitas,”ungkap Hendrizal.
Dengan adanya jembatan tersebut, warga tidak lagi bergantung pada jalur penyeberangan sungai yang sebelumnya menjadi salah satu kendala dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Dandim 0302/INHU juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas tersebut. Warga diminta memperhatikan kapasitas jembatan agar tetap aman dan dapat digunakan dalam jangka panjang.
“Kami mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat jembatan ini serta memperhatikan kapasitasnya, sehingga dapat digunakan dalam jangka panjang,”ucapnya.
Kehadiran Jembatan Perintis Garuda diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga membuka akses pendidikan, layanan dasar, serta mendukung aktivitas ekonomi warga di wilayah terpencil Kabupaten Indragiri Hulu.










