TVRINews, Kuantan Singingi
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto resmi membuka Event Pacu Jalur Tradisional 2026 di Kabupaten Kuantan Singingi. Pembukaan festival budaya kebanggaan masyarakat Kuansing yang berlangsung hingga 23 Agustus 2026 ini menjadi momentum untuk memperkuat pelestarian budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
SF Hariyanto mengatakan, popularitas Pacu Jalur kini semakin luas dan telah dikenal hingga mancanegara. Menurutnya, meningkatnya perhatian terhadap event tersebut harus diiringi dengan penyelenggaraan yang semakin baik, tanpa menghilangkan nilai adat dan budaya lokal.
“Pacu jalur semakin dikenal luas, tidak hanya di Indonesia tetapi juga sampai mancanegara. Karena itu, penyelenggaraannya harus semakin baik, tetapi tetap mempertahankan nilai budaya dan adat sebagai jati diri masyarakat,” ujar SF Hariyanto dikutip, Kamis 20 Agustus 2026.
Ia menegaskan, keberhasilan Pacu Jalur tidak cukup hanya dilihat dari tingginya jumlah pengunjung. Event budaya tersebut harus memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat. UMKM, sektor kuliner, penginapan, hingga penjualan berbagai produk lokal diharapkan ikut mendapatkan manfaat dari meningkatnya kunjungan selama pelaksanaan Pacu Jalur.
“Keberhasilan Pacu Jalur bukan hanya diukur dari ramainya pengunjung, tetapi bagaimana event ini mampu menggerakkan perekonomian masyarakat, mulai dari UMKM, kuliner, penginapan hingga produk-produk lokal,” katanya.
Selain sektor ekonomi, SF Hariyanto juga menyoroti pentingnya konektivitas dalam mendukung perkembangan Pacu Jalur. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum tahun ini memberikan dukungan untuk perbaikan jalan nasional menuju Kabupaten Kuantan Singingi.
Sementara itu, Plt Bupati Kuantan Singingi Muklisin mengatakan, Pacu Jalur bukan sekadar perlombaan perahu tradisional, tetapi telah menjadi warisan budaya, jati diri, dan kebanggaan masyarakat Kuantan Singingi. Menurutnya, tradisi Pacu Jalur mengandung berbagai nilai positif, seperti kebersamaan, gotong royong, kekompakan, disiplin, semangat juang, sportivitas, dan persatuan.
“Pacu Jalur bukan sekadar perlombaan, tetapi merupakan warisan budaya, jati diri, dan kebanggaan masyarakat Kuantan Singingi. Di dalamnya terdapat nilai kebersamaan, gotong royong, kekompakan, disiplin, semangat juang, sportivitas, dan persatuan,” ujar Muklisin.
Festival Pacu Jalur Tradisional 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga mampu memperkuat sektor pariwisata serta menjadi roda penggerak perekonomian masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi.










