TVRINews, Pekanbaru
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, bersama Wakil Menteri Dalam Negeri melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Riau untuk memperkuat percepatan penanggulangan tuberkulosis (TBC).
Kunjungan tersebut diisi dengan dialog bersama Pemerintah Provinsi Riau serta penyerahan bantuan portable X-ray kepada RSUD Rokan Hulu guna mendukung peningkatan deteksi dini penyakit TBC.
Kegiatan yang berlangsung di Aula RSUD Arifin Achmad Pekanbaru pada Selasa itu disambut langsung oleh Pelaksana Tugas Gubernur Riau SF Hariyanto, bersama perwakilan rumah sakit, puskesmas, dinas kesehatan kabupaten/kota, serta camat dan lurah dari berbagai daerah di Provinsi Riau.
Dalam arahannya, Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus mengatakan pemerintah terus memperkuat strategi penanggulangan TBC karena Indonesia masih menjadi negara dengan beban kasus TBC terbesar kedua di dunia. Meski capaian pengobatan meningkat dari 48 persen menjadi sekitar 80 persen, jumlah kasus baru masih tergolong tinggi setiap tahunnya.
"Walaupun keberhasilan pengobatan TBC sudah meningkat hingga sekitar 80 persen, jumlah kasus baru masih tinggi. Karena itu, seluruh anggota keluarga dan kontak erat pasien harus ditelusuri serta diperiksa agar penularan dapat diputus dan target eliminasi TBC tahun 2030 bisa tercapai," ujar Benjamin Paulus Octavianus.
Sebagai bagian dari upaya mempercepat penemuan kasus, Kementerian Kesehatan juga menyerahkan portable X-ray kepada RSUD Rokan Hulu. Peralatan tersebut akan digunakan untuk mendukung program skrining TBC, terutama di wilayah yang sulit dijangkau fasilitas kesehatan.
Menurut Benjamin, keberadaan portable X-ray memungkinkan layanan pemeriksaan dilakukan langsung di perkampungan maupun daerah terpencil tanpa masyarakat harus datang ke puskesmas atau rumah sakit.
"Portable X-ray ini memungkinkan layanan skrining TBC menjangkau masyarakat hingga ke desa-desa dan wilayah terpencil. Kami juga mendorong seluruh kepala daerah, pemerintah desa, dan kelurahan untuk aktif menemukan kasus serta memastikan seluruh kontak serumah pasien menjalani pemeriksaan," katanya.
Pemerintah berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, hingga pemerintah desa dapat mempercepat penemuan kasus, meningkatkan angka kesembuhan, sekaligus mendukung target eliminasi tuberkulosis di Indonesia pada tahun 2030.









