TVRINews, Siak
Polres Siak memastikan kematian dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi, Alex Cristo Loris, bukan akibat tindak pidana pembunuhan. Kesimpulan tersebut diperoleh setelah penyidik melakukan serangkaian pemeriksaan ilmiah, mulai dari autopsi, laboratorium forensik, digital forensik, hingga psikologi forensik.
Kapolres Siak mengungkapkan, jasad korban ditemukan di semak belukar di samping pagar RSUD Tengku Rafian Siak pada 14 Juli 2026.
Dari hasil autopsi, ditemukan bekas suntikan pada lengan kiri korban. Pemeriksaan toksikologi selanjutnya mendeteksi kandungan rocuronium, obat anestesi yang menyebabkan kelumpuhan otot pernapasan hingga berujung pada asfiksia atau mati lemas.
Selain itu, hasil laboratorium forensik menunjukkan bercak darah pada jarum suntik identik dengan DNA korban. Di lokasi kejadian, penyidik juga menemukan tas berisi perlengkapan medis, jarum suntik, serta sejumlah obat anestesi yang diduga digunakan korban.
Penyelidikan turut diperkuat dengan rekaman CCTV yang memperlihatkan korban datang seorang diri ke lokasi tanpa didampingi pihak lain. Sementara itu, hasil digital forensik tidak menemukan indikasi keterlibatan orang lain dalam peristiwa tersebut.
Dari hasil pemeriksaan psikologi forensik, korban diduga mengalami tekanan psikologis akibat persoalan finansial, utang pinjaman online dalam jumlah besar, beban pendidikan PPDS, serta tanggung jawab terhadap keluarga. Penyidik juga menemukan pesan yang belum sempat dikirim kepada istrinya di telepon genggam korban yang menjadi salah satu faktor pendukung dalam analisis penyelidikan.
Kapolres Siak menegaskan, seluruh rangkaian penyelidikan telah mengarah pada satu kesimpulan.
"Berdasarkan keterangan 14 saksi, hasil autopsi, laboratorium forensik, digital forensik, psikologi forensik, serta seluruh barang bukti yang dikumpulkan, kami memastikan tidak ditemukan fakta yang mengarah pada tindak pidana pembunuhan. Korban meninggal dunia akibat bunuh diri," tegas Kapolres Siak, dikutip Rabu, 5 Agustus 2026.
Hingga kini, Polres Siak menyatakan penyelidikan telah dilakukan secara komprehensif dengan mengedepankan pendekatan ilmiah untuk memastikan penyebab kematian korban. Polisi berharap hasil penyelidikan tersebut dapat memberikan kepastian hukum sekaligus menjawab berbagai spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat.









