TVRINews, Riau
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti wilayah Duri, Kabupaten Bengkalis, Riau, selama beberapa pekan terakhir mulai dikeluhkan masyarakat. Asap yang cukup pekat membuat warga khawatir terhadap dampaknya bagi kesehatan, terutama gangguan pada saluran pernapasan.
Salah seorang warga Kecamatan Bathin Solapan, Yanti, mengaku mengalami sakit tenggorokan yang diduganya berkaitan dengan paparan kabut asap di tempat tinggalnya, Desa Kesumbo Ampai. Untuk meredakan keluhannya, ia mendatangi puskesmas terdekat untuk mendapatkan pengobatan.
Yanti mengatakan, kondisi asap di wilayah tempat tinggalnya masih cukup tebal. Ia menduga paparan asap menjadi salah satu faktor yang menyebabkan tenggorokannya terasa sakit, terlebih dirinya harus menggunakan sepeda motor setiap hari untuk berangkat bekerja.
“Sejak beberapa waktu terakhir, asap di tempat tinggal saya cukup pekat. Tenggorokan saya terasa sakit, sehingga saya pergi ke puskesmas untuk berobat,” ujar Yanti.
Untuk mengurangi paparan asap saat beraktivitas, Yanti mengaku menggunakan masker tiga lapis dan menggantinya hingga tiga kali sehari.
Di tengah kondisi udara yang belum membaik, Yanti juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dengan mencukupi kebutuhan cairan tubuh. Ia menyarankan masyarakat untuk memperbanyak minum air putih dan berharap kabut asap segera menghilang agar aktivitas warga dapat kembali berjalan normal.
“Saya menyarankan masyarakat agar banyak minum air putih. Mudah-mudahan kabut asap ini segera hilang supaya aktivitas masyarakat bisa kembali normal,” katanya.
Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika asap pekat, menggunakan masker yang sesuai saat harus beraktivitas di luar, serta memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan seperti batuk, iritasi tenggorokan, atau sesak napas.










