TVRINews, Pekanbaru
Kondisi kabut asap yang masih terjadi di sejumlah wilayah Riau membuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan. Polda Riau kembali mengimbau masyarakat dan pelaku usaha agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan.
Pemadaman karhutla dilakukan secara terpadu oleh personel lintas instansi, mulai dari TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, hingga unsur terkait lainnya. Penanganan dilakukan melalui operasi darat dan dukungan pemadaman dari udara.
Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Akmadi mengatakan, salah satu tantangan dalam penanganan karhutla terjadi pada lahan gambut. Api yang terlihat sudah padam di permukaan belum tentu benar-benar mati karena bara masih dapat bertahan di lapisan bawah tanah.
“Di lahan gambut, meskipun api di bagian atas sudah terlihat padam, di bagian bawah masih bisa menyala. Kondisi ini yang membuat pemadaman menjadi lebih sulit dan asap yang ditimbulkan juga cukup banyak,” ujar Kombes Pol Akmadi, Senin, 29 September 2026.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian karena kebakaran di lahan gambut dapat menghasilkan asap dalam jumlah besar. Karena itu, Polda Riau mengingatkan seluruh pihak, termasuk pelaku usaha perkebunan, untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar.
Kombes Pol Akmadi menegaskan, pembakaran lahan dapat menimbulkan konsekuensi hukum. Masyarakat juga diminta tidak membakar sampah sembarangan, terutama saat cuaca panas dan kondisi lingkungan kering.
“Jangan membuka lahan dengan cara dibakar. Begitu juga masyarakat, jangan membersihkan sampah dengan cara membakar, karena dalam kondisi cuaca panas api bisa tidak terkendali dan menyebabkan kebakaran yang lebih luas,” katanya.
Polda Riau juga mengingatkan bahwa aktivitas yang menyebabkan kebakaran hutan dan lahan, baik dilakukan dengan sengaja maupun akibat kelalaian, dapat berujung pada proses hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Akmadi berharap seluruh pihak ikut menjaga lingkungan dengan menghentikan aktivitas pembakaran lahan. Upaya tersebut dinilai penting untuk membantu mengendalikan karhutla, mengurangi kabut asap, dan memulihkan kualitas udara di Riau.
“Kami berharap bersama-sama menjaga lingkungan dan stop membakar lahan. Dengan demikian, bencana kabut asap bisa segera berakhir dan masyarakat dapat kembali merasakan udara yang bersih,” ujar Akmadi.










