TVRINews, Pekanbaru
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang menyelimuti Kota Pekanbaru dalam beberapa bulan terakhir tidak hanya berdampak terhadap kualitas udara, tetapi juga mulai dirasakan di sektor pertanian.
Salah seorang petani, Suhaimi, mengatakan kondisi kabut asap membuat pertumbuhan sejumlah tanaman sayuran yang dibudidayakannya tidak maksimal. Tanaman seperti cabai, kangkung, dan bayam disebut tidak berkembang seperti biasanya.
Menurut Suhaimi, kondisi tersebut turut berdampak terhadap hasil panen. Petani harus memberikan perawatan ekstra untuk menjaga tanaman tetap sehat dan mempertahankan produktivitas.
“Akibat kabut asap ini, pertumbuhan tanaman tidak seperti biasanya. Cabai, kangkung, dan bayam tumbuhnya kurang maksimal. Jadi kami harus lebih ekstra dalam merawat tanaman supaya tetap sehat dan hasil panennya bisa maksimal,” ujar Suhaimi, Kamis, 1 Oktober 2026.
Suhaimi menambahkan, apabila kondisi tersebut berlangsung dalam waktu lama, hasil produksi petani dapat ikut menurun. Kondisi ini pada akhirnya berpotensi memengaruhi ketersediaan sejumlah komoditas pertanian di pasaran.
Ia berharap persoalan kebakaran hutan dan lahan dapat segera ditangani agar kabut asap tidak terus berulang dan berdampak terhadap masyarakat, termasuk para petani.
“Karhutla ini bukan hanya menyebabkan kabut asap, tetapi dampaknya dirasakan banyak sektor. Kami berharap ada penanganan yang lebih konkret agar kabut asap tidak terus terjadi dan tidak mengganggu aktivitas maupun hasil pertanian,” kata Suhaimi.










