TVRINews, Pekanbaru
Sebanyak 400 pelajar yang tengah mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 3 Pekanbaru mendapatkan edukasi intensif mengenai pencegahan penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET).
Langkah preventif ini diselenggarakan melalui Program RATAKAN (Riau Tangkal Ancaman dan Kembangkan Nilai Kebangsaan) yang diinisiasi oleh Satgaswil Riau Densus 88 Antiteror Polri pada Kamis, 9 Juli 2026.
Kegiatan yang mengusung tema Sekolah Damai tanpa Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) tersebut bertujuan untuk memperkuat wawasan kebangsaan, menanamkan nilai-nilai toleransi, serta membangun ketahanan mental generasi muda agar tidak mudah terpapar paham radikal yang bertentangan dengan Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam pemaparannya, narasumber dari Satgaswil Riau menjelaskan bahwa pesatnya perkembangan teknologi digital saat ini menjadi salah satu media yang kerap dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk menyebarkan propaganda secara terselubung. Media sosial, aplikasi percakapan, permainan daring, hingga berbagai platform digital lainnya kini menjadi sasaran utama penyebaran paham IRET yang mayoritas menyasar kalangan remaja usia sekolah.
Oleh karena itu, para pelajar didorong untuk terus meningkatkan literasi digital, berpikir kritis terhadap setiap informasi yang diterima di ruang siber, serta tidak mudah terpengaruh oleh ajakan yang mengandung unsur intoleransi, radikalisme, ekstremisme, maupun terorisme.
Pemateri dari Satgaswil Riau, Briptu Bestian Adha mengatakan bahwa generasi muda memiliki peran yang sangat strategis sebagai benteng pertahanan bangsa di tengah derasnya arus informasi digital. Menurutnya, pelajar harus mampu menggunakan media digital secara bijak, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur Pancasila, serta menumbuhkan sikap toleransi dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap para pelajar tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang menyebarkan nilai-nilai toleransi, persatuan, dan semangat kebangsaan di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan sosialisasi ini berlangsung interaktif dengan melibatkan para peserta secara aktif dalam sesi diskusi mendalam dan tanya jawab. Para siswa baru tersebut tampak antusias dalam menyampaikan pandangan pribadi serta berdiskusi mengenai cara-cara efektif untuk mengenali indikasi penyebaran paham IRET, baik di lingkungan sekolah nyata maupun di ruang digital.
Melalui Program RATAKAN, Satgaswil Riau terus berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan dunia pendidikan sebagai langkah hulu yang preventif. Upaya ini dilakukan untuk membangun karakter pelajar yang toleran, cinta tanah air, memiliki wawasan kebangsaan yang utuh, serta mampu menangkal berbagai bentuk propaganda terselubung yang berkembang di era digital saat ini.
Sinergi positif antara Satgaswil Riau dan SMAN 3 Pekanbaru ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem lingkungan pendidikan yang aman, damai, dan inklusif. Selain itu, program ini ditargetkan dapat melahirkan generasi muda yang berintegritas, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta berkomitmen penuh dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.










