TVRINews, Bengkalis
Upaya Pemerintah Kabupaten Bengkalis membangun ekosistem ekonomi kreatif terus mendapat dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Indonesia Creative Cities Network (ICCN) yang menyatakan kesiapannya mendampingi Bengkalis dalam mewujudkan diri sebagai kabupaten kreatif melalui penguatan komunitas, pemetaan potensi daerah, hingga pengembangan kebijakan.
Ketua Umum ICCN, Fiki Satari, menegaskan bahwa kekuatan utama pembangunan kota kreatif terletak pada komunitas yang mampu menjaga keberlanjutan gerakan kreatif meski terjadi pergantian kepemimpinan pemerintahan.
"Forum lintas komunitas kreatif menjadi nomor satu karena inilah yang mengawal masyarakat madani. Pemerintah boleh berganti, tetapi ketika komunitas tetap kompak, sepakat, dan semangat, mereka akan mampu mengonsolidasikan aktivitas warganya," ujar Fiki, dikutip Kamis, 6 Agustus 2026.
Menurutnya, langkah awal yang perlu dilakukan Bengkalis adalah melakukan pemetaan DNA kota, potensi wilayah, serta ekosistem lokal sebagai dasar penyusunan strategi pembangunan ekonomi kreatif yang tepat. ICCN juga siap memberikan pendampingan mulai dari pemetaan potensi, navigasi kebijakan, penguatan kapasitas, hingga membuka akses jejaring dengan berbagai pemangku kepentingan di tingkat nasional maupun internasional.
Fiki turut mengapresiasi penyelenggaraan Ekraforia yang diinisiasi Bengkalis Creative Network (BCN) bersama Pemerintah Kabupaten Bengkalis. Menurutnya, pemanfaatan bangunan bekas Penjara Belanda sebagai lokasi kegiatan menjadi contoh reaktivasi aset bersejarah menjadi ruang kolaborasi dan ekonomi kreatif.
"Pemanfaatan bangunan bekas Penjara Belanda sebagai lokasi Ekraforia dapat mendorong bangunan bersejarah menjadi ruang kolaborasi, kreasi, dan pengembangan ekonomi daerah," katanya.
Dukungan serupa disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Perlindungan Pekerja Migran, Leontinus Alpha Edison. Ia mengaku tertarik dengan konsep penyelenggaraan Ekraforia II yang akan berlangsung pada 14–16 Agustus 2026 di kawasan bekas Penjara Belanda yang telah direvitalisasi.
"Ini bukan sekadar pilihan lokasi yang unik, tetapi menjadi bukti bahwa aset pemerintah daerah yang sebelumnya tidak dimanfaatkan dapat dihidupkan kembali sebagai pusat ekonomi kreatif dan pemberdayaan masyarakat," ujarnya.
Leontinus juga menawarkan konsep Perintis Berdaya Connect untuk diterapkan di Bengkalis. Menurutnya, Ekraforia dapat menjadi wadah mempertemukan pelaku ekonomi kreatif, UMKM, mentor, hingga akses pembiayaan dalam satu ekosistem yang terintegrasi.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Bengkalis, Ardiansyah, menjelaskan bahwa kunjungan ke ICCN dan Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat merupakan bagian dari strategi memperkuat pembangunan ekonomi kreatif daerah sesuai arahan Bupati Bengkalis Kasmarni.
"Kami melakukan konsultasi dan pendampingan bersama ICCN agar pembangunan kota kreatif di Kabupaten Bengkalis dapat berjalan optimal dan mampu mendongkrak perekonomian daerah melalui inovasi ekonomi kreatif," jelasnya.
Selain itu, kunjungan ke Kemenko PM juga bertujuan menyelaraskan program pemerintah pusat dengan kebutuhan daerah, khususnya dalam mendukung pertumbuhan UMKM melalui pembinaan, pendampingan, serta membuka akses kemitraan dengan berbagai pemasok dan pelaku usaha.
"Kami ingin UMKM Bengkalis tumbuh, mandiri, profesional, dan mampu bersaing hingga tingkat nasional, bahkan global," tambah Ardiansyah.
Ketua Bengkalis Creative Network, Riza Zuhelmy, menyebut kolaborasi dengan ICCN dan Kemenko PM menjadi momentum penting dalam membangun fondasi ekosistem ekonomi kreatif di Bengkalis.
"Ekraforia bukan sekadar festival, tetapi gerakan bersama untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Kolaborasi antara komunitas, pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan jejaring nasional akan menjadi fondasi kuat menuju Bengkalis sebagai kabupaten kreatif," tegasnya.
Riza berharap dukungan tersebut dapat memperkuat kapasitas pelaku ekonomi kreatif, membuka akses jejaring dan investasi, sekaligus menjadikan Ekraforia sebagai etalase potensi kreatif Bengkalis di tingkat nasional.
Ekraforia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 14–16 Agustus 2026 di kawasan Jail Huis Van Bewaring atau Penjara Belanda, Jalan Pahlawan, Kelurahan Bengkalis Kota. Berbagai kegiatan akan digelar, mulai dari Creative Gallery, Maker Space, Creative Stage, Local Market, Creative Connect, hingga Ekrafo Run.









