TVRINews, Pekanbaru
Sejumlah sekolah di Kota Pekanbaru meniadakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka akibat kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut. Proses pembelajaran dialihkan menjadi pembelajaran daring dan pemberian tugas yang dikerjakan peserta didik dari rumah.
Kabut asap cukup pekat terlihat menyelimuti Kota Pekanbaru pada Senin pagi. Kondisi ini mengganggu aktivitas masyarakat dan meningkatkan kekhawatiran terhadap dampak kesehatan, khususnya risiko infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA.
Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kota Pekanbaru mengeluarkan surat edaran untuk meniadakan sementara proses pembelajaran secara tatap muka di sekolah. Kegiatan pendidikan kemudian digantikan dengan pembelajaran dari rumah melalui sistem daring dan pemberian tugas.
Hal tersebut juga diterapkan di SD Negeri 36 Pekanbaru. Sejumlah siswa yang sudah terlanjur datang ke sekolah kemudian dipulangkan untuk mengikuti pembelajaran dari rumah.
Kepala SD Negeri 36 Pekanbaru, Dewi Sasmita, mengatakan pihak sekolah mengutamakan keselamatan dan kesehatan peserta didik selama kondisi kabut asap.
“Untuk mengantisipasi dampak kabut asap, anak-anak kita arahkan belajar dari rumah. Bagi siswa yang sudah terlanjur datang ke sekolah, kita pulangkan dan selanjutnya mengikuti pembelajaran melalui daring serta mengerjakan tugas yang diberikan guru,” ujar Dewi Sasmita pada Senin 24 Agustus 2026.
Dewi juga mengimbau para siswa tetap serius mengikuti pembelajaran dari rumah dan menyelesaikan seluruh tugas yang diberikan oleh guru.
“Kami mengimbau anak-anak tetap belajar dengan serius di rumah dan menyelesaikan tugas yang diberikan. Aktivitas di luar rumah juga sebaiknya diminimalkan selama kondisi kabut asap masih terjadi,” tambahnya.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi paparan asap sekaligus meminimalkan risiko gangguan kesehatan akibat kualitas udara yang menurun.










