TVRINews, Dumai
Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Dumai, Riau, saat ini masih terkendali. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Dumai memastikan tidak terdapat karhutla maupun titik api aktif yang sedang ditangani di wilayah tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Dumai, Wahyu Wicaksono, mengatakan pemantauan tetap dilakukan bersama unsur terkait, terutama di wilayah yang dinilai rawan terjadi karhutla.
Meski tidak ditemukan karhutla di wilayah Dumai, kabut asap masih dirasakan masyarakat di sejumlah kawasan. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi pergerakan asap dari wilayah lain di luar Dumai akibat dinamika angin dan kondisi atmosfer di Sumatera.
“Kami terus melakukan pemantauan. Sampai saat ini tidak terdapat karhutla yang sedang ditangani. Meskipun demikian, adanya kabut asap tetap perlu kita waspadai karena asap dapat terbawa angin dari wilayah lain,”kata Wahyu.
BPBD Kota Dumai mengimbau masyarakat tetap tenang, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kabut asap. Warga yang harus beraktivitas di luar rumah, terutama ketika asap cukup pekat, disarankan menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan yang tidak mendesak.
Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara terbuka. Jika menemukan indikasi kebakaran, warga diimbau segera melaporkannya kepada pihak terkait, seperti kelurahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, maupun ketua RT.
Sebagai langkah untuk mengurangi dampak kabut asap terhadap masyarakat, BPBD Kota Dumai bersama PT Pertamina Patra Niaga Unit Dumai membagikan ribuan masker kepada warga dan pengguna jalan.
Pembagian masker dilakukan di sejumlah ruas jalan di Kota Dumai, di antaranya Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Putri Tujuh.
BPBD Kota Dumai menegaskan pencegahan karhutla membutuhkan peran bersama.
Kewaspadaan masyarakat dan respons cepat terhadap potensi kebakaran dinilai penting untuk mencegah munculnya titik api baru serta meminimalkan dampak kabut asap di Kota Dumai.










