TVRINews, Pekanbaru
Satgaswil Riau Densus 88 Anti Teror Polri kembali menggelar Program RATAKAN (Riau Tangkal Ancaman dan Kembangkan Nilai Kebangsaan) melalui sosialisasi kepada puluhan siswa dan guru SMK Perbankan Riau, Kamis, 23 Juli 2026.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman generasi muda agar terhindar dari pengaruh paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, Terorisme (IRET), serta Nihilistic Violent Extremism (NVE) di era digital.
Kegiatan bertema "Sekolah Damai Tanpa Paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme dan Terorisme" ini dihadiri Kepala SMK Perbankan Riau Viky Fintaru, Plt Lurah Sidomulyo Timur Taufik Akbar, Ketua LPM, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Sidomulyo Timur.
Dalam paparannya, Brigpol Nella Anggraini selaku pemateri dari Satgaswil Riau Densus 88 Anti Teror Polri mengingatkan bahwa perkembangan teknologi digital harus dimanfaatkan secara positif. Menurutnya, media sosial dan berbagai platform digital juga kerap disalahgunakan untuk menyebarkan paham yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan.
"Kami mengajak para siswa-siswi untuk bijak dalam menggunakan media sosial, mampu menyaring informasi yang mereka terima, serta berani mengatakan tidak pada ajaran yang mengarah pada kekerasan atau kebencian. Juga penting untuk mengembangkan toleransi, budaya saling menghargai dan peduli sesama teman, serta menjauhi perundungan," ujar Brigpol Nella Anggraini, Kamis, 23 Juli 2026.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para siswa yang aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan seputar tantangan penggunaan media digital di kalangan remaja.
Kepala SMK Perbankan Riau, Viky Fintaru, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut.
"Kami sangat berterimakasih kepada satgaswil riau densus 88 polri karena telah mensosialisasikan iret di sekolah, karena memang pihak sekolah sangat membutuhkan informasi seperti ini, agar penyebaran pemahaman iret melalui media massa ini dapat dihindari oleh siswa - siswi di smk perbankan riau," katanya.
Sementara itu, Plt Lurah Sidomulyo Timur, Taufik Akbar, berharap kolaborasi serupa dapat terus dilakukan.
"Pemerintah kelurahan sangat mendukung kegiatan ini, diharapkan dengan sosialisasi ini, lingkungan kelurahan sidomulyo timur dapat terbebas dari pemahaman iret dan nve khususnya melalui media sosial," ucapnya.
Melalui Program RATAKAN, Satgaswil Riau Densus 88 Anti Teror Polri terus memperkuat kolaborasi dengan dunia pendidikan sebagai langkah preventif untuk membangun lingkungan sekolah yang aman serta meningkatkan ketahanan generasi muda terhadap pengaruh paham ekstrem di era digital.










