TVRINews, Pekanbaru
Guru SMP Islam Al Azhar 37 Pekanbaru, Chandra Alfindodes, meraih Juara 1 Duta Guru Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah Championship 2026. Prestasi tersebut mengantarkannya menjadi wakil Provinsi Riau pada ajang Duta Guru CBP Tingkat Nasional yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026.
Kompetisi yang diselenggarakan Riau Bertuah Academy bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau ini merupakan bagian dari program edukasi Bank Indonesia untuk memperkuat Gerakan Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah melalui peran guru sebagai penggerak pendidikan karakter dan literasi keuangan di sekolah maupun masyarakat.
Dalam kompetisi tersebut, peserta dinilai berdasarkan inovasi pembelajaran, kemampuan komunikasi, penguasaan materi, serta gagasan dalam mengampanyekan nilai-nilai Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah kepada peserta didik dan masyarakat.
Chandra Alfindodes berhasil meraih juara pertama. Posisi kedua ditempati Yunita dari SMKN 1 Perhentian Raja, sedangkan juara ketiga diraih Putra Andres Pratama, dari SMAN 8 Pekanbaru. Penghargaan Favorit I diberikan kepada Anijar Hapni Siregar dari SMAN 1 Bagan Sinembah, sementara Favorit II diraih Susilawati, dari SMP Islam Terpadu Alfitya.
Usai menerima penghargaan, Chandra menyampaikan prestasi tersebut menjadi amanah untuk terus menggerakkan edukasi literasi keuangan di berbagai kalangan.
"Menjadi Duta Guru CBP bukan sekadar sebuah penghargaan, tetapi tanggung jawab untuk mengajak seluruh warga sekolah, dunia pendidikan, hingga masyarakat Indonesia agar semakin Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. Rupiah bukan hanya alat pembayaran yang sah, tetapi juga simbol kedaulatan bangsa yang harus kita jaga bersama," ujarnya.
Menurut Chandra, sekolah memiliki posisi strategis dalam membangun karakter generasi muda. Melalui pembelajaran yang kreatif dan kontekstual, guru dapat mengintegrasikan literasi keuangan dengan pendidikan karakter sehingga peserta didik tidak hanya memahami fungsi rupiah, tetapi juga memiliki rasa bangga menggunakan mata uang Indonesia.
"Gerakan Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah merupakan bagian dari upaya menanamkan nasionalisme. Ketika siswa menghargai rupiah, mereka juga sedang belajar menghargai identitas bangsa, menjaga simbol negara, dan menjadi warga negara yang bertanggung jawab," katanya.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau, Sunarso, menegaskan guru memiliki peran penting dalam memperluas edukasi literasi keuangan di Indonesia.
"Guru sekolah, Duta Muda, maupun Duta Dongeng merupakan mitra strategis dalam mengampanyekan literasi keuangan di Tanah Air. Rupiah bukan sekadar alat tukar, namun juga merupakan simbol kedaulatan negara yang harus dijaga, dihormati, dan dibanggakan oleh seluruh masyarakat Indonesia," ujar Sunarso.
Sunarso berharap para Duta Guru yang terpilih mampu menjadi motor penggerak dalam menyebarluaskan pemahaman mengenai pentingnya mengenali keaslian rupiah, merawat uang rupiah dengan baik, menggunakan rupiah dalam setiap transaksi di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta menumbuhkan kebanggaan terhadap mata uang nasional.
Keberhasilan Chandra Alfindodes menjadi Juara 1 dan wakil Provinsi Riau di tingkat nasional diharapkan dapat menginspirasi para pendidik untuk terus menghadirkan inovasi pembelajaran yang memadukan pendidikan karakter, literasi keuangan, dan nilai-nilai kebangsaan. Ajang nasional pada Agustus 2026 juga menjadi kesempatan untuk menampilkan praktik baik dunia pendidikan dari Provinsi Riau di tingkat nasional.










