TVRINews - Siak
Konflik antara manusia dan satwa liar kembali terjadi di Provinsi Riau. Seorang pekerja alat berat bernama Hari Harianto (31) mengalami luka-luka setelah diserang seekor harimau Sumatera di kawasan Sungai Belat, Kampung Teluk Lanus, Kabupaten Siak, pada Rabu, 22 Juli 2026 malam. Korban berhasil selamat setelah rekan kerjanya memberikan pertolongan.
Kepala Bidang KSDA Wilayah II Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Hermanto Siallagan, menjelaskan peristiwa terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu, korban yang sedang beristirahat di camp bersama dua rekannya keluar seorang diri menuju tepian kanal untuk buang air besar.
Sekitar 10 menit kemudian, rekan korban mendengar teriakan minta tolong dari arah lokasi. Mereka langsung melakukan upaya penyelamatan dengan menyalakan alat berat dan mengarahkan sorotan lampu ke lokasi suara korban.
Diduga, cahaya lampu dan suara mesin alat berat mengganggu harimau Sumatera tersebut sehingga satwa yang dilindungi itu melepaskan cengkeramannya dan menjauh dari lokasi kejadian.
Korban yang mengalami sejumlah luka kemudian dievakuasi ke Puskesmas Pembantu Teluk Lanus sebelum dirujuk ke RSUD Siak untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
"Tim BBKSDA Riau telah diterjunkan untuk berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Sungai Apit dan aparat penegak hukum guna memantau lokasi kejadian serta melakukan langkah-langkah penanganan," kata Kepala Bidang KSDA Wilayah II BBKSDA Riau, Hermanto Siallagan kutip Kamis, 23 Juli 2026
BBKSDA Riau juga mengimbau masyarakat dan para pekerja yang beraktivitas di kawasan rawan konflik satwa liar agar selalu waspada. Masyarakat diminta menghindari aktivitas seorang diri, terutama pada sore hingga malam hari, serta segera melaporkan kepada petugas apabila melihat keberadaan atau pergerakan harimau Sumatera di sekitar lokasi.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kewaspadaan perlu terus ditingkatkan mengingat kawasan tersebut masih merupakan habitat satwa liar yang dilindungi, sehingga potensi interaksi negatif antara manusia dan harimau Sumatera masih dapat terjadi.










