TVRINews, Rokan Hilir
Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Rokan Hilir memberikan pembekalan adat kepada 76 bakal calon penghulu yang akan mengikuti pemilihan penghulu serentak tahun 2026.
Kegiatan yang digelar di Balai Adat LAMR Rokan Hilir tersebut bertujuan memperkuat pemahaman para calon pemimpin kampung terhadap nilai adat Melayu, kepemimpinan, serta aspek hukum sebelum menjalankan amanah di tengah masyarakat.
Ketua Panitia Pembekalan Adat, Datuk Adharyam mengatakan, kegiatan perdana ini diikuti peserta dari lima kecamatan, yakni Kecamatan Bangko, Pasir Limau Kapas, Sinaboi, Rimba Melintang, dan Bangko Pusako.
Dalam pembekalan tersebut, para peserta mendapatkan sejumlah materi, mulai dari sejarah Rokan Hilir, nilai kepemimpinan Melayu, hingga pemahaman hukum yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan di tingkat kepenghuluan.
Materi sejarah daerah dan kepemimpinan Melayu disampaikan langsung oleh Datuk Adharyam. Sementara Kejaksaan Negeri Rokan Hilir memberikan pembekalan terkait penerapan restorative justice dalam penyelesaian persoalan hukum di masyarakat.
Selain itu, Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Harian LAMR Rokan Hilir, Datuk Bakhtiar, menyampaikan materi tentang Majelis Adat Perkawinan Melayu Rokan Hilir. Sedangkan Datuk Delsi Alhaj membahas budaya Melayu, mulai dari busana adat, pantun, hingga penggunaan tanjak sebagai simbol identitas Melayu.
"Pembekalan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada bakal calon penghulu mengenai sejarah daerah, nilai kepemimpinan Melayu, serta adat istiadat yang menjadi pedoman dalam menjalankan tugas sebagai pemimpin masyarakat," ujar Datuk Adharyam.
Ia menjelaskan, pembekalan dilakukan dalam tiga rayon agar seluruh bakal calon penghulu dapat mengikuti kegiatan secara optimal.
"Setelah rayon pertama, kegiatan akan dilanjutkan untuk rayon kedua pada Kamis, 16 Juli 2026, dan rayon ketiga pada Sabtu, 18 Juli 2026. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti pembekalan ini dengan baik sebagai bekal sebelum mengemban amanah sebagai penghulu," jelasnya.
Melalui kegiatan tersebut, LAMR Rokan Hilir berharap para bakal calon penghulu tidak hanya memiliki kemampuan dalam menjalankan pemerintahan kampung, tetapi juga mampu menjaga nilai adat, budaya, serta menjadi pemimpin yang berintegritas di tengah masyarakat.










