TVRINews, Pekanbaru
Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang mengguyur Kota Pekanbaru pada Kamis malam belum mampu memulihkan kualitas udara secara signifikan. Jarak pandang di ibu kota Provinsi Riau tersebut tercatat masih terbatas, yakni sekitar satu kilometer akibat tertutup kabut asap dan uap air di dekat permukaan tanah.
Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru Ranti Kurniati menjelaskan, terbatasnya jarak pandang dipengaruhi oleh kondisi udara yang masih pekat dengan campuran kabut asap serta uap air meski presipitasi hujan telah turun.
“Jarak pandang di Kota Pekanbaru saat ini masih sekitar satu kilometer. Hujan yang terjadi dengan intensitas ringan hingga sedang belum membuat kondisi udara sepenuhnya cerah karena kabut asap dan uap air masih cukup tebal,” jelas Ranti.
Ia menerangkan, kabut murni terbentuk melalui proses kondensasi atau pengembunan uap air di dekat permukaan bumi. Fenomena tersebut umumnya terjadi ketika kelembapan udara tinggi dan suhu menurun.
Sementara itu, kabut asap terbentuk dari partikel hasil pembakaran, termasuk kebakaran hutan dan lahan. Kedua fenomena tersebut dapat mengurangi jarak pandang, terutama ketika kondisi atmosfer mendukung terbentuknya kabut pada pagi hari.
Ranti menambahkan, menjelang akhir pekan, sejumlah wilayah di Riau masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Hujan tersebut dapat disertai petir dan angin kencang di beberapa daerah, antara lain Kabupaten Rokan Hilir, Rokan Hulu, Kampar, Bengkalis, Siak, dan Pelalawan.
Di tengah kondisi udara yang belum normal, BMKG Pekanbaru mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap dampak kabut asap bagi kesehatan, khususnya gangguan pada sistem pernapasan.
Masyarakat disarankan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan serta membatasi kegiatan di luar rumah apabila kondisi udara memburuk.










