TVRINews, Dumai
Bank Indonesia Provinsi Riau terus memperkuat pengembangan komoditas unggulan daerah guna mendorong pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan. Salah satu komoditas yang menjadi fokus pengembangan ialah Kopi Liberika Meranti, yang dikenal memiliki cita rasa khas dan potensi pasar yang menjanjikan, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau, Panji Achmad, mengatakan kopi merupakan komoditas strategis yang memiliki nilai ekonomi tinggi sekaligus mampu membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pengembangan kopi tidak hanya berbicara mengenai komoditas, tetapi juga bagaimana menciptakan ekosistem ekonomi yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat, membuka peluang usaha, dan memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” ujar Panji Achmad dalam kegiatan Media Gathering di Kota Dumai, 20–21 Mei 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Bank Indonesia mengajak para jurnalis mengenal lebih dekat potensi Kopi Liberika Meranti melalui sesi coffee cupping serta diskusi bersama pelaku industri kopi, komunitas kopi di Riau, dan petani kopi binaan BI Provinsi Riau.
Menurut Panji, penguatan ekosistem kopi terus dilakukan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan kewirausahaan, hingga perluasan promosi komoditas unggulan daerah.
“Kami ingin membangun ekosistem kopi yang kuat dari hulu hingga hilir. Karena itu, penguatan kapasitas SDM, pengembangan kewirausahaan, dan promosi menjadi fokus utama dalam mendukung daya saing kopi lokal Riau,” katanya.
Sebagai bagian dari penguatan ekosistem tersebut, Bank Indonesia Provinsi Riau juga menyelenggarakan Championship Pejuang Kopi Nusantara (CANGKIR) Barista 2026 di Pekanbaru pada 9–10 Mei 2026.
Kegiatan itu bertujuan meningkatkan kompetensi barista Indonesia sekaligus mendorong lahirnya wirausaha kopi yang berdaya saing. Peserta tidak hanya dibekali keterampilan teknis penyajian kopi, tetapi juga pemahaman mengenai kewirausahaan, pengelolaan bisnis, dan pengembangan jejaring industri kopi.
“Melalui kegiatan CANGKIR Barista 2026, kami berharap lahir sumber daya manusia yang kompeten, inovatif, dan mampu menjadi penggerak perkembangan industri kopi daerah,” ungkap Panji.
Ia menambahkan, program tersebut diharapkan dapat memperkuat rantai nilai industri kopi Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing kopi lokal di pasar nasional maupun global.
Ke depan, Bank Indonesia Provinsi Riau akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, komunitas kopi, akademisi, pelaku usaha, media massa, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan nilai tambah kopi unggulan daerah.
“Sinergi seluruh pihak sangat penting agar kopi unggulan Riau memiliki nilai tambah yang semakin kuat, akses pasar yang lebih luas, dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani maupun pelaku usaha,” tutup Panji Achmad.
Melalui penguatan kapasitas SDM, pengembangan kewirausahaan, serta promosi yang berkelanjutan, Bank Indonesia optimistis Kopi Liberika Meranti dapat menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan di masa mendatang.










