TVRINews, Pekanbaru
Kasus infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA mengalami peningkatan di sejumlah wilayah Provinsi Riau. Kondisi ini terjadi seiring semakin pekatnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di sejumlah daerah.
Dampak karhutla menyebabkan kualitas udara menurun dan berpotensi memengaruhi kesehatan masyarakat, terutama di wilayah yang memiliki titik api cukup banyak dan luas.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Riau, sepanjang Agustus 2026 tercatat sekitar 800 orang mengalami ISPA. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.
Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Rionaldo Pratama, mengatakan peningkatan kasus ISPA mulai terlihat sejak awal Agustus dan masih berlangsung hingga saat ini. Kasus tersebut terutama ditemukan di Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hulu.
“Peningkatan kasus ISPA mulai terlihat sejak awal Agustus. Kondisi ini terutama terjadi di wilayah yang terdampak kabut asap, seperti Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hulu,” ujar Rionaldo Pratama pada Senin 24 Agustus 2026.
Mengantisipasi meningkatnya gangguan kesehatan akibat paparan asap, masyarakat diimbau meminimalisir aktivitas di luar ruangan, terutama saat kondisi kabut asap sedang pekat.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. Kalau memang harus beraktivitas di luar, gunakan masker untuk mengurangi paparan asap,” tambahnya.
Dinas Kesehatan Provinsi Riau juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kondisi tubuh dengan memperbanyak konsumsi air putih dan segera memeriksakan kesehatan apabila mengalami gejala ISPA.
Masyarakat diminta tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan dan segera mendapatkan penanganan medis apabila kondisi kesehatan mulai memburuk.
Upaya menjaga kesehatan menjadi penting di tengah kondisi kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah Riau akibat karhutla.










