TVRINews, Pekanbaru
Densus 88 Antiteror Polri melalui Satgaswil Riau memberikan sosialisasi mengenai bahaya Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) serta Nihilistic Violent Extremism (NVE) kepada tenaga pengajar SD IT Khairu Ummah, Pekanbaru, Senin, 21 September 2026.
Kegiatan yang digelar di SD IT Khairu Ummah, Jalan Safari Nomor 1, Kelurahan Labuh Baru Barat, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, merupakan bagian dari program RATAKAN (Riau Tangkal Ancaman dan Kembangkan Nilai Kebangsaan).
Sosialisasi tersebut menjadi salah satu upaya pencegahan penyebaran paham ekstremisme melalui lingkungan pendidikan. Para tenaga pengajar diberikan pemahaman mengenai bahaya intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme, termasuk potensi penyebaran narasi Nihilistic Violent Extremism atau NVE.

Dalam kegiatan itu, tenaga pendidik juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengenali dan mencegah masuknya narasi maupun paham ekstrem di lingkungan sekolah.
Para guru didorong membangun suasana pendidikan yang mengedepankan toleransi, kebersamaan, serta penghargaan terhadap perbedaan.
Kepala SD IT Khairu Ummah, Warsati, mengatakan sosialisasi tersebut penting untuk meningkatkan pemahaman tenaga pendidik dalam mencegah penyebaran paham ekstrem di lingkungan sekolah.
“Sosialisasi ini sangat penting bagi kami sebagai tenaga pendidik, agar dapat memahami bahaya intoleransi, radikalisme, ekstremisme dan terorisme, serta mampu memberikan pemahaman yang baik kepada peserta didik. Kami berharap lingkungan sekolah tetap menjadi tempat yang aman, damai, dan mengedepankan toleransi,” ujar Warsati dalam keterangan yang diterima tvrinews, Senin, 21 September 2026.
Menurut Warsati, guru memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik agar mampu menghargai perbedaan, menjunjung nilai kebangsaan, serta tidak mudah terpengaruh paham kekerasan dan ekstremisme.
Melalui program RATAKAN, Densus 88 Antiteror Polri Satgaswil Riau berupaya meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan masyarakat, termasuk tenaga pendidik, terhadap potensi ancaman paham ekstremisme.
Sosialisasi tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, damai, dan harmonis, sekaligus memperkuat peran sekolah dalam menanamkan nilai toleransi dan kebangsaan kepada generasi muda.








