TVRINews, Indragiri Hilir
Bencana abrasi melanda Dusun II Sungai Udang, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Menyusul kejadian tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir langsung mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat, pendataan, serta evakuasi warga terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Indragiri Hilir, Raja Arliansah, mengatakan langkah cepat tersebut dilakukan agar proses penanganan darurat dan identifikasi kebutuhan dasar masyarakat dapat segera dilaksanakan bersama instansi terkait.
"Tim Reaksi Cepat kami langsung diterjunkan ke lokasi agar penanganan darurat dan identifikasi kebutuhan dasar warga dapat segera ditindaklanjuti bersama instansi terkait," ujar Raja Arliansah.
Berdasarkan data sementara BPBD, abrasi berdampak terhadap sembilan kepala keluarga atau sebanyak 17 jiwa. Selain itu, enam unit rumah warga mengalami kerusakan berat akibat terkikisnya bantaran sungai.
Tidak hanya permukiman, abrasi juga merusak sejumlah fasilitas umum, di antaranya satu unit rumah tahfidz, satu titik sumur bor, pelabuhan umum, jembatan beton sepanjang sekitar 100 meter, serta satu tiang listrik. Kerusakan tersebut mengganggu akses transportasi dan aktivitas masyarakat di wilayah tersebut.
BPBD Kabupaten Indragiri Hilir mengimbau masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi abrasi susulan, terutama saat cuaca ekstrem. Warga juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila melihat tanda-tanda longsoran atau pergerakan tanah di sekitar tepi sungai agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.










