TVRINews, Indragiri Hilir
Bencana abrasi dan tanah longsor kembali mengguncang wilayah pesisir Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Selama tiga hari berturut-turut, fenomena alam ini telah meruntuhkan sedikitnya 19 bangunan warga di kawasan Pasar Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah.
Kepala Pelaksana Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten CC Indragiri hilir R. Arlaiansyah menjelaskan, detik-detik mencekam terjadinya abrasi dan tanah longsor susulan ini terekam pada Kamis siang, 18 Juni 2026, sekitar pukul 12.30 WIB.
Warga tampak berhamburan menyelamatkan diri ketika tanah mulai bergerak dan meruntuhkan bangunan rumah di sekitarnya. Khusus untuk kejadian hari Kamis saja, tercatat ada 6 rumah warga yang amblas masuk ke dalam sungai.

Bencana ini merupakan rangkaian musibah yang terjadi secara beruntun sejak awal pekan.
Hari Pertama (Senin): 5 bangunan warga rusak berat dan runtuh ke sungai.
Hari Kedua (Selasa): Longsor susulan kembali membuat 8 rumah warga amblas.
Hari Ketiga (Kamis): 6 rumah warga menyusul amblas ke dasar sungai. Titik longsor kali ini berpusat di Jalan Merdeka, kawasan Pasar Kuala Enok Tepi Laut, Kecamatan Tanah Merah.
Dari peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa Namun, kerugian materil diperkirakan mencapai Rp820 juta.
Merespons bencana ini, tim gabungan dari Pemerintah Kecamatan, Polri, dan TNI bergerak cepat dengan langsung mendirikan posko darurat di lokasi kejadian.
Sementara itu, warga setempat bergotong-royong mengevakuasi para korban terdampak. Saat ini, sebagian pengungsi telah diungsikan ke rumah kerabat terdekat dan sebagian lainnya menempati posko pengungsian yang telah disediakan.










