TVRINews – Pekanbaru
Kehadiran langsung Presiden Prabowo Subianto di Pekanbaru dinilai sebagai momentum krusial memperkuat mitigasi darurat kabut asap melalui koordinasi lintas sektor yang terpadu.
Langkah cepat pemerintah pusat dalam merespons darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau mendapat apresiasi luas dari berbagai kalangan masyarakat. Kehadiran langsung Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Posko Aju Provinsi Riau yang berlokasi di Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, pada awal pekan ini, dipandang sebagai wujud nyata komitmen negara dalam melindungi keselamatan warga serta menjaga stabilitas ekologis wilayah regional Sumatera.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Kepala Negara memimpin langsung rapat koordinasi strategis lintas sektoral guna memastikan efektivitas penanggulangan titik api di sejumlah kawasan rawan.
Penambahan armada udara berupa dua unit helikopter water bombing serta pasokan oksigen medis disiapkan untuk memperkuat operasi darurat di lapangan, menyusul peningkatan indeks kualitas udara yang mulai memicu kekhawatiran di tengah masyarakat.
“Kehadiran Bapak Presiden secara langsung di Riau memberikan suntikan moral yang luar biasa. Ini membuktikan bahwa negara hadir secara fisik dan psikologis bersama masyarakat dalam menghadapi tantangan ekologis ini.” K.H. Muhammad Mursyid, Anggota DPD RI Dapil Riau Rabu 26 Agustus 2026.
Menanggapi langkah taktis tersebut, tokoh masyarakat Riau sekaligus anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia asal daerah pemilihan setempat, K.H. Muhammad Mursyid, menyampaikan penghargaan tinggi kepada jajaran eksekutif tertinggi di Jakarta. Menurutnya, respons sigap ini mencerminkan koordinasi vertikal yang efektif antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi ancaman tahunan.
Selain menyoroti peran kepemimpinan nasional, Mursyid juga memberikan apresiasi khusus kepada sinergisitas jajaran forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda). Ia menyebut kolaborasi terpadu yang digalang oleh Kapolda Riau, Irjen Pol. Dr. Herry Heryawan bersama Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo serta Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, sebagai kunci utama keberhasilan menekan eskalasi api di lapangan.
Lebih lanjut, Mursyid menekankan bahwa efektivitas pemadaman darat dan udara tidak akan tercapai tanpa semangat kegotongroyongan yang konsisten dari satuan tugas gabungan, termasuk BPBD, Manggala Agni, hingga elemen relawan akar rumput yang bekerja tanpa kenal lelah siang dan malam. Kerja kemanusiaan tersebut dinilai sebagai bentuk pertahanan kolektif demi keselamatan lingkungan hidup.
Sebagai representasi daerah di parlemen pusat, Mursyid menegaskan pentingnya menjaga saluran komunikasi yang berkesinambungan dengan berbagai pemangku kepentingan. Langkah antisipasi ini dinilai krusial guna mencegah meluasnya dampak kabut asap yang dikhawatirkan dapat melumpuhkan sektor esensial, mulai dari layanan kesehatan dasar, kelangsungan proses belajar mengajar di institusi pendidikan, hingga denyut nadi perekonomian masyarakat luas.
“Kita harus mengantisipasi bersama agar kabut asap tidak meluas dan mengorbankan masyarakat. Persoalan ini bukan sekadar urusan kesehatan semata, melainkan menyangkut keberlangsungan pendidikan, ekonomi, serta stabilitas sosial warga.” K.H. Muhammad Mursyid
Melalui pola penanganan terpadu berstandar tinggi yang melibatkan kepemimpinan langsung tingkat nasional serta soliditas aparat di daerah, krisis ekologis di Riau diharapkan dapat segera teratasi secara tuntas, sekaligus memberikan pelajaran penting mengenai mitigasi bencana berbasis kolaborasi kolosal di masa depan.










