TVRINews, Pekanbaru
Provinsi Riau kembali menjadi perhatian pemerintah pusat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), luas lahan yang terdampak karhutla di Riau sejak Januari hingga 9 Agustus 2026 mencapai 15.608,37 hektare.
Angka tersebut menempatkan Riau di posisi kedua provinsi dengan luas wilayah terdampak karhutla terbesar di Indonesia, setelah Kalimantan Barat yang mencapai 28.680,47 hektare.
Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto menyebut Riau menjadi salah satu provinsi yang mendapat perhatian khusus pemerintah pusat menyusul meningkatnya eskalasi karhutla.
“Riau menjadi salah satu provinsi yang mendapat perhatian khusus pemerintah dalam mengantisipasi dan menangani peningkatan eskalasi karhutla,” ujar Suharyanto, dikutip Rabu, 12 Agustus 2026.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Gubernur Riau SF Hariyanto mengatakan Pemerintah Provinsi Riau telah menetapkan status siaga darurat karhutla. Status tersebut berlaku sejak 13 Februari hingga 30 November 2026.
Menurut SF Hariyanto, sebanyak 11 kabupaten dan kota di Riau juga telah menetapkan status siaga darurat karhutla di wilayah masing-masing.
Kabupaten Bengkalis menjadi daerah dengan luas lahan terbakar terbesar, yakni mencapai 8.272,90 hektare. Selanjutnya Kabupaten Pelalawan dengan 4.629,39 hektare dan Indragiri Hilir 854,26 hektare.
Karhutla juga tercatat terjadi di Kota Dumai dengan luas 553,01 hektare, Rokan Hilir 452,53 hektare, Siak 300,62 hektare, Kepulauan Meranti 202,36 hektare, dan Indragiri Hulu 123,62 hektare.
Sementara itu, luas karhutla di Kabupaten Kampar mencapai 85,27 hektare, Kuantan Singingi 57,95 hektare, Kota Pekanbaru 47,29 hektare, dan Rokan Hulu 29,16 hektare.
Menghadapi peningkatan eskalasi karhutla, Pemerintah Provinsi Riau telah menyiagakan 17.764 personel untuk mendukung upaya pencegahan hingga penanggulangan kebakaran di sejumlah wilayah.
Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah terus memperkuat kesiapsiagaan dan koordinasi. Langkah ini dilakukan mengingat potensi karhutla masih dapat meluas dengan cepat apabila tidak segera ditangani.










