TVRINews, Kampar
Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin Kuntu, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, terbakar pada Senin malam. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, sebanyak 290 unit asrama santri laki-laki hangus dilalap api.
Kebakaran terjadi saat para santri tengah melaksanakan salat Isya dan kemudian melanjutkan kegiatan di musala pondok pesantren. Pengurus pondok yang mengetahui kejadian tersebut bersama para santri dan masyarakat sekitar langsung berupaya melakukan pemadaman secara manual.
Petugas pemadam kebakaran yang menerima laporan kemudian menuju lokasi dan melakukan upaya pemadaman. Namun, kobaran api dengan cepat membesar sehingga menghanguskan 290 unit bangunan asrama santri laki-laki.
Komite Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin Kuntu, Sabron Jamil, mengatakan api dengan cepat membesar hingga menghanguskan seluruh bangunan asrama.
“Saat kejadian, para santri sedang melaksanakan salat Isya dan kemudian berkegiatan di musala. Setelah diketahui adanya kebakaran, pengurus bersama santri dan masyarakat langsung berupaya melakukan pemadaman,” ujar Sabron Jamil, dikutip Selasa, 11 Agustus 2026.
Menurut Sabron, tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Para santri kemudian diarahkan mengungsi ke tempat yang lebih aman guna memastikan keselamatan mereka.
“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa. Namun, akibat kebakaran ini seluruh asrama santri laki-laki terbakar dan para santri harus mengungsi ke tempat yang lebih aman,” katanya.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui dan masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang.
Kebakaran mengakibatkan ratusan santri kehilangan tempat tinggal serta sejumlah fasilitas asrama. Pihak pondok pesantren kini melakukan penanganan pascakebakaran, termasuk memastikan kebutuhan para santri selama berada di tempat pengungsian.
Kebakaran ini menjadi perhatian karena berdampak langsung terhadap aktivitas pendidikan dan kehidupan sehari-hari ratusan santri. Penanganan dan pemulihan fasilitas pondok pesantren diharapkan dapat segera dilakukan agar kegiatan belajar dan pembinaan santri dapat kembali berjalan normal.








