TVRINews, Indragiri Hilir
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Seberang Pasar, Dusun Semoga Jaya, Desa Belantaraya, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, Kamis, 3 September 2026..
Merespons titik panas yang terdeteksi melalui Dashboard Lancang Kuning, Kapolres Indragiri Hilir AKBP Donny Eko Listianto memimpin langsung proses verifikasi, pemadaman, dan pendinginan di lokasi.
Sebanyak 93 personel gabungan dikerahkan dalam penanganan karhutla tersebut. Mereka terdiri dari jajaran Polres dan Polsek, TNI, RPK perusahaan, pemerintah desa, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta warga setempat.
Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan terdapat enam titik koordinat yang menjadi lokasi penanganan. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai tujuh hektare.
Kawasan terdampak merupakan lahan gambut dengan kondisi geografis dataran rendah. Vegetasi yang terbakar meliputi kebun kelapa dan kebun sawit.
Untuk mempercepat pemadaman, petugas mengoperasikan 14 mesin pemadam, dua unit ekskavator, serta sejumlah peralatan pendukung berupa selang hisap, selang panjang, dan nozel.
Kapolres Indragiri Hilir AKBP Donny Eko Listianto mengatakan penanganan dilakukan secara bersama-sama agar api tidak meluas dan memastikan lokasi benar-benar aman.
“Kami bergerak bersama seluruh unsur, mulai dari TNI, perusahaan, pemerintah desa, MPA hingga masyarakat. Api kami padamkan dan dilanjutkan dengan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran,” ujar Donny.
Selain memadamkan api, kepolisian juga melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran. Petugas turut mendata pemilik lahan serta mengidentifikasi pihak yang diduga bertanggung jawab.
Hingga kini, pemilik lahan maupun pihak yang diduga sebagai pelaku masih dalam proses penyelidikan.
Petugas mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan metode pembakaran saat membuka atau membersihkan lahan. Warga juga diminta segera melapor jika menemukan titik api untuk mempercepat penanganan.
Salah satu kendala di lokasi adalah jarak sumber air yang cukup jauh dari titik kebakaran. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan waktu dan upaya lebih.
Meski demikian, api di lokasi telah berhasil dipadamkan. Petugas masih melakukan pendinginan guna memastikan tidak ada bara api yang berpotensi kembali menyala.










