TVRINews, Indragiri Hilir
Komitmen memperkuat ketahanan masyarakat terhadap penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, Terorisme (IRET), dan Nihilistic Violent Extremism (NVE) terus diwujudkan melalui sinergi lintas sektor. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan Ekspedisi Merah Putih Presisi yang dilaksanakan Satgaswil Riau Densus 88 AT Polri bersama Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hilir, di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hilir.
Kegiatan koordinasi tersebut dihadiri oleh IPTU Umar Dhani bersama personel Satgaswil Riau. Dari pihak Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hilir hadir Kepala Kemenag H. Harun, didampingi Wakil Kepala Kemenag Zainal Abidin dan Kasi Binmas Agama Islam Hairudin.
Dalam pertemuan tersebut, Satgaswil Riau menekankan bahwa upaya pencegahan penyebaran paham IRET dan NVE memerlukan kolaborasi yang berkelanjutan dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk lembaga pendidikan dan tokoh agama. Edukasi yang dilakukan secara konsisten dinilai menjadi langkah strategis dalam membangun karakter generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila, toleransi, serta cinta kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Satgaswil Riau Densus 88 AT Polri menyampaikan bahwa Kementerian Agama memiliki peran yang sangat strategis karena membina satuan pendidikan keagamaan serta memiliki jaringan penyuluh agama yang menjangkau masyarakat hingga tingkat akar rumput.
“Kami berharap materi mengenai bahaya paham IRET dan NVE dapat menjadi bagian dari berbagai program pembinaan yang dilaksanakan Kementerian Agama. Dengan demikian, pesan-pesan kebangsaan, toleransi, dan moderasi beragama dapat tersampaikan secara luas kepada masyarakat, khususnya generasi muda,” ujarnya pada Kamis 30 Juli 2026.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hilir, H. Harun menyambut baik inisiasi koordinasi yang dilakukan Satgaswil Riau. Menurutnya, program Moderasi Beragama yang selama ini dijalankan Kementerian Agama memiliki kesamaan tujuan dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun, toleran, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan.
“Program Moderasi Beragama menjadi salah satu instrumen penting dalam membangun sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, serta memperkuat komitmen kebangsaan. Kami siap mendukung upaya pencegahan IRET dan NVE melalui penyuluh agama, madrasah, pondok pesantren, serta seluruh jaringan binaan Kementerian Agama,” ungkap H. Harun.
Ia juga menjelaskan bahwa Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hilir saat ini membina 449 madrasah dengan sekitar 40.000 peserta didik, serta 65 pondok pesantren yang menaungi sekitar 15.000 santri dan santriwati. Potensi tersebut menjadi kekuatan besar dalam menyebarluaskan nilai-nilai toleransi, moderasi beragama, dan cinta tanah air kepada masyarakat.
Melalui kegiatan Ekspedisi Merah Putih Presisi, Satgaswil Riau berharap sinergi yang telah terbangun bersama Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hilir dapat terus berlanjut dalam berbagai program edukasi dan sosialisasi.
Kolaborasi ini diharapkan semakin memperkuat ketahanan masyarakat terhadap pengaruh paham IRET dan NVE, sekaligus mewujudkan lingkungan yang aman, damai, harmonis, dan kondusif di Kabupaten Indragiri Hilir.









