TVRINews, Riau
Antrean panjang kembali terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Riau. Kondisi tersebut dipengaruhi meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap bahan bakar minyak (BBM), serta peralihan sebagian pengguna dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi akibat disparitas harga.
Sales Area Manager Riau Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Wilson Eddi Wijaya, mengatakan kondisi antrean pada April 2026 masih relatif normal jika dibandingkan dengan periode setelah April yang menunjukkan peningkatan.
"Pada April 2026 kondisi antrean masih terpantau normal. Namun, setelah April terjadi peningkatan antrean di sejumlah SPBU. Kondisi ini tidak hanya disebabkan meningkatnya kebutuhan BBM masyarakat, tetapi juga adanya migrasi pengguna dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi akibat disparitas harga," ujar Wilson Eddi Wijaya, dikutip Selasa, 8 September 2026?
Salah satu peralihan yang terjadi terlihat pada pengguna BBM jenis Dexlite yang mulai beralih menggunakan solar subsidi. Peralihan tersebut turut meningkatkan kebutuhan terhadap solar subsidi dan berdampak pada panjangnya antrean di sejumlah SPBU.
Menurut Wilson, peningkatan kebutuhan solar subsidi tidak hanya berasal dari sektor transportasi darat. BBM jenis tersebut juga digunakan untuk transportasi air, termasuk kapal nelayan.
Kondisi ini membuat permintaan terhadap BBM subsidi semakin tinggi, sementara masyarakat juga membutuhkan BBM untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Pemerintah Provinsi Riau bersama Pertamina mengimbau masyarakat agar menggunakan BBM sesuai dengan kebutuhan dan peruntukannya. Penggunaan BBM subsidi diharapkan tetap mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan agar distribusinya dapat berjalan tepat sasaran.
Pemerintah dan Pertamina juga terus memantau kondisi penyaluran BBM di lapangan untuk mengantisipasi dampak peningkatan permintaan terhadap ketersediaan BBM bagi masyarakat.










