TVRINews, Pekanbaru
Pemerintah Provinsi Riau mulai melaksanakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Tahun Anggaran 2026 setelah nomor registrasi diterbitkan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menargetkan realisasi anggaran mencapai 90 persen hingga akhir 2026. Sementara itu, progres realisasi anggaran saat ini dilaporkan telah mencapai 69 persen.
Hal tersebut disampaikan SF Hariyanto dalam rapat evaluasi bersama seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Riau. Rapat tersebut membahas perkembangan program serta kesiapan pelaksanaan kegiatan yang dibiayai melalui APBD Perubahan.
SF Hariyanto meminta seluruh OPD segera menindaklanjuti program yang telah direncanakan setelah nomor registrasi APBD Perubahan diterbitkan.
“Dengan terbitnya nomor registrasi APBD Perubahan 2026, kegiatan yang telah direncanakan sudah dapat dilaksanakan. Saya minta seluruh OPD segera bergerak dan memastikan program berjalan sesuai target,” ujar SF Hariyanto.
Ia juga mengingatkan setiap OPD untuk memastikan kelengkapan dokumen administrasi sebelum merealisasikan anggaran. Menurutnya, kesiapan administrasi menjadi salah satu faktor penting agar pelaksanaan kegiatan tidak mengalami hambatan.
Dengan waktu yang tersisa menjelang akhir tahun anggaran, SF Hariyanto meminta seluruh OPD mempercepat pelaksanaan program dan pekerjaan sesuai tugas masing-masing. Namun, percepatan tersebut harus tetap mengikuti ketentuan yang berlaku.
Pemprov Riau berharap percepatan pelaksanaan APBD Perubahan dapat mengoptimalkan penyerapan anggaran sekaligus memastikan program pembangunan dan pelayanan publik berjalan sesuai rencana.










