TVRINews, Pekanbaru
Realisasi investasi di Provinsi Riau terus menunjukkan pertumbuhan positif. Hingga triwulan II 2026, nilai investasi yang masuk ke Riau mencapai Rp20,23 triliun.
Capaian tersebut menempatkan Riau di peringkat kedelapan secara nasional sekaligus menjadi provinsi dengan realisasi investasi tertinggi di wilayah Sumatera.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Riau, Vera Angelika, mengatakan investasi terbesar berasal dari sektor infrastruktur. PT Hutama Karya menjadi penyumbang investasi terbesar dengan nilai Rp6,48 triliun untuk pembangunan jalan tol.
“Berdasarkan data hingga Agustus 2026, sektor infrastruktur masih menjadi penyumbang investasi terbesar di Riau. PT Hutama Karya berada di posisi pertama dengan nilai investasi Rp6,48 triliun untuk pembangunan jalan tol,” ujar Vera Angelika.
Selain PT Hutama Karya, investasi juga berasal dari PT Arara Abadi sebesar Rp1,98 triliun serta PT Energi Sejahtera Mas dengan nilai Rp1,57 triliun.
Vera menjelaskan, DPMPTSP Riau terus mengawal dan memfasilitasi masuknya investasi di sejumlah sektor strategis. Fasilitasi tersebut mencakup sektor kesehatan, industri dan infrastruktur, perkebunan dan konstruksi, hingga minyak dan gas.
“Pemerintah Provinsi Riau terus melakukan pengawalan dan fasilitasi terhadap investasi di berbagai sektor strategis. Harapannya, kemudahan dan pendampingan yang diberikan dapat mendorong semakin banyak investasi masuk ke Riau,” katanya.
Di sektor kesehatan, fasilitasi investasi diberikan kepada RS Ibnu Sina dengan nilai strategis mencapai Rp12 miliar. Sementara sektor industri dan infrastruktur juga mendapatkan fasilitasi dengan nilai Rp25 juta.
Pemerintah Provinsi Riau berharap penguatan fasilitasi investasi ini dapat mendorong masuknya penanaman modal baru, memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah, serta membuka lebih banyak peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat.










