TVRINews, Tembilahan
Kabut asap tebal yang menyelimuti Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, meningkatkan kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat. Dinas Kesehatan setempat mencatat sebanyak 3.733 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sepanjang September 2026.
Sementara itu, pada awal Oktober 2026, jumlah kasus ISPA dilaporkan telah mencapai lebih dari 332 kasus. Angka tersebut berpotensi bertambah apabila kondisi kabut asap dan cuaca tidak segera membaik.
Untuk mengantisipasi peningkatan kasus, Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir telah menginstruksikan seluruh puskesmas dan puskesmas pembantu agar terus memberikan edukasi kesehatan serta membagikan masker kepada masyarakat.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Indragiri Hilir, Asmarayanti, mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar rumah selama kabut asap masih pekat.
“Untuk mencegah dampak kabut asap terhadap kesehatan, masyarakat diimbau membatasi aktivitas di luar rumah, memperbanyak minum air putih, memenuhi kebutuhan vitamin, serta tetap menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar,” ujar Asmarayanti, dikutip Selasa, 13 Oktober 2026.
Ia juga mengingatkan kelompok rentan, terutama anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki penyakit bawaan seperti asma dan penyakit jantung, agar lebih berhati-hati terhadap paparan asap.
Pembatasan aktivitas di luar ruangan dinilai penting untuk mengurangi paparan polutan yang dapat memperburuk kondisi kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang rentan mengalami gangguan pernapasan.
Dinas Kesehatan terus mengingatkan masyarakat untuk mengikuti imbauan kesehatan dan memanfaatkan layanan puskesmas apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, atau gangguan pernapasan lainnya.










